Tingkatkan Ketahanan Pangan, Lapas Luwuk Dorong Warga Binaan Mandiri Lewat Budi Daya Lele

KABAR BANGGAI –  Guna mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menebar sebanyak 400 ekor bibit ikan lele dalam program budi daya kemandirian Warga Binaan di area produktif Lapas, Selasa (28/7).

Dalam program pembinaan kemandirian ini, para Warga Binaan dibekali secara langsung dengan pengetahuan teknis perikanan, mulai dari pemeliharaan kualitas air, manajemen pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, hingga proses pemanenan.

banner 900x250

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa pembinaan di sektor perikanan ini merupakan wujud komitmen Lapas dalam memperkuat program ketahanan pangan internal serta membina mentalitas karya para Warga Binaan.

“Kami ingin mengubah stigma bahwa berada di dalam Lapas itu pasif. Lewat budi daya lele ini, warga binaan dilatih untuk disiplin, telaten, dan produktif.

Baca Juga Berita Ini:  Tudingan Tak Transparan Soal Potongan TBS, PT KLS: Semua Melalui Musyawarah Petani!

Hasil panennya tidak hanya mendukung kebutuhan pangan di Lapas, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa masa pidana adalah sarana pembekalan diri agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri,” tegas Bahrun.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan kegiatan Kerja (Kasi Binapigiatja) Lapas Luwuk, Rudi Santoso menyampaikan bahwa penebaran 400 ekor bibit lele ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis yang mudah diterapkan Warga Binaan saat bebas nanti.

“Budi daya ikan lele merupakan salah satu kegiatan kemandirian yang sangat potensial dan memiliki jangkauan pasar yang jelas.

Melalui pendampingan rutin dan pengelolaan 400 ekor bibit lele ini, kami ingin memastikan para Warga Binaan tidak hanya sekadar mengisi waktu, tetapi benar-benar menguasai keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan saat kembali ke masyarakat,” ujar Rudi.

Baca Juga Berita Ini:  Kepala Lapas Luwuk Minta Perhatian Bupati Banggai, Fasilitas Ibadah dan Lapangan  Olahraga Warga Binaan Butuh Perbaikan

Antusiasme juga dirasakan oleh para Warga Binaan yang terlibat langsung dalam pembinaan tersebut. Mereka mengaku mendapat banyak wawasan baru mengenai dunia agribisnis dan perikanan air tawar.

“Awalnya saya betul-betul tidak tahu cara urus ikan lele. Tapi karena diajarin terus sama bapak-bapak petugas Giatja dari sebar bibit sampai kasih makan, sekarang saya sudah paham cara atur air dan pakannya.

Nanti kalau sudah bebas, ilmu ini mau saya pakai buat buka usaha sendiri di rumah,” ungkap Warga Binaan SW.

Melalui keberlanjutan program budi daya ikan lele ini, Lapas Kelas IIB Luwuk membuktikan perannya sebagai Lembaga Pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan, mendukung ketahanan pangan lokal, dan siap mengantarkan Warga Binaan kembali ke masyarakat dengan modal keterampilan yang mumpuni. (Ks) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *