KABAR BANGGAI – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama dan komitmen dalam mendukung misi kemanusiaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar aksi donor darah pada hari ini, Jumat (10/4).
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran petugas Lapas ini berlangsung khidmat dengan semangat berbagi untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bentuk kontribusi langsung institusi terhadap ketersediaan stok darah di wilayah Luwuk dan sekitarnya.
“Setetes darah yang kita berikan hari ini adalah harapan besar bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang sembuh di rumah sakit.
Ini adalah panggilan kemanusiaan yang harus kita respon dengan nyata,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Rasmina Mahmud memberikan apresiasinya terhadap antusiasme para petugas Lapas Luwuk.
Beliau menekankan bahwa selain membantu pasien yang membutuhkan, donor darah memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa bagi pendonor itu sendiri.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Lapas Luwuk. Secara medis, donor darah secara rutin sangat baik untuk regenerasi sel darah merah dan menjaga kesehatan jantung.
Jadi, para petugas tidak hanya menolong orang lain, tetapi juga memberikan investasi kesehatan bagi tubuh mereka sendiri,” jelas dr. Rasmina Mahmud.
Beliau juga menambahkan bahwa proses skrining dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan keamanan baik bagi pendonor maupun calon penerima donor.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan tetap mengedepankan prosedur kesehatan yang ketat.
Sebelum melakukan donor, para peserta diwajibkan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah (tensi) dan pengecekan kadar hemoglobin.
Hanya peserta yang dinyatakan sehat dan memenuhi kriteria yang diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya.
Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas darah yang akan didistribusikan kepada pasien nantinya.
Aksi donor darah ini terselenggara berkat kerja sama yang solid antara pihak Lapas Luwuk dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwuk.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menanggulangi masalah kekurangan stok darah yang sering terjadi di unit-unit kesehatan.
Para petugas nampak antusias mengantre untuk menyumbangkan darah mereka. Atmosfer positif menyelimuti ruangan, mencerminkan sisi humanis dari para pengayom Pemasyarakatan yang tidak hanya bertugas membina Warga Binaan, tetapi juga peduli terhadap aspek sosial di luar tembok Lapas.
Kegiatan donor darah ini menjadi simbol kepedulian dan solidaritas pegawai Pemasyarakatan, sekaligus memperkuat makna Hari Bhakti Pemasyarakatan sebagai momentum refleksi dan pengabdian.
Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. (Humas LP Luwuk)**







