Ia telah menunjukkan sifat kebinatangannya melalui berbagai tindakannya yang kejam terhadap rakyat Palestina. Di bawah kepemimpinannya, serangan brutal ke Jalur Gaza terus berlangsung tanpa henti, menewaskan puluhan ribu warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, serta menghancurkan infrastruktur penting seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah.
Tindakan biadabnya itu membuktikan bahwa ia samasekali tidak menghiraukan nilai-nilai kemanusiaan. Artinya, perilakunya sama saja dengan binatang, bahkan lebih biadab dari makhluk hina itu.
Mengapa demikian? Karena tidak ada binatang yang membunuh binatang lain sebanyak Netanyahu membunuh warga Palestina. Jika ada binatang yang memakan binatang lain, pasti jumlahnya terbatas.
Lebih dari itu, Netanyahu juga rela mengorbankan rakyatnya sendiri demi ambisi politiknya. Para sandera Israel yang dibiarkan menderita dan bahkan tewas tanpa upaya penyelamatan menjadi bukti nyata bahwa kepentingan pribadi dan kekuasaan lebih utama baginya daripada nyawa manusia.
Alih-alih mengupayakan jalan damai untuk menyelamatkan rakyatnya sendiri, ia justru memilih melanjutkan perang. Hal itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama manusia, bahkan terhadap bangsanya sendiri, sudah tidak ada lagi.
Perbuatan seperti itu memperlihatkan bahwa Netanyahu tidak lagi layak disebut sebagai manusia, bahkan lebih pantas disebut binatang. Tindakan-tindakannya telah melampaui batas kewajaran sebagai manusia yang menempatkan ambisi dan kekuasaan melampaui batas.
Dalam sejarah, para pemimpin yang menjadikan kekerasan dan penindasan sebagai alat politiknya akan dikenang sebagai simbol kebengisan, seperti Nero, Caliguna, Hitler, Musollini dan lainnya.
Netanyahu, dengan seluruh keputusannya yang tidak berperikemanusiaan, telah meneguhkan dirinya sebagai sosok yang akan tercatat dalam sejarah sebagai penjahat perang dan monster kemanusiaan.
Netanyahu adalah simbol kebiadaban yang tak mengenal rasa belas kasih. Tindakannya terhadap warga Gaza merupakan kejahatan sadis yang masif, sistematis dan terencana, mengoyak nilai-nilai kemanusiaan dan hukum humaniter internasional.
Netanyahu seperti binatang buas yang hanya puas ketika lawan-lawannya mati dan menderita. Ia sudah tidak memandang lagi korbannya adalah mayoritas anak-anak dan perempuan tak bersenjata. Bahkan lebih sadis lagi, ia merancang kelaparan massal sebagai bagian dari senjata dan strategi perang.
Gambaran Kera dan Babi bagi Penjahat Kemanusiaan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang sesuatu yang lebih buruk pembalasannya daripada itu di sisi Allah? (Yaitu balasan) orang yang dilaknat dan dimurkai Allah (yang) di antara mereka Dia jadikan kera dan babi. (Di antara mereka ada pula yang) menyembah Tagut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al-Maidah [5]: 60)
Imam At-Thabari Rahimahullah menyebut, Allah mengubah bentuk fisik sebagian orang-orang Yahudi menjadi kera dan babi sebagai ‘iqāb (hukuman) yang menandakan kehinaan.












