KABAR BANGGAI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai mengakui adanya keterlambatan dalam penyelesaian beberapa proyek strategis hingga akhir tahun 2024. Hal ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas PUPR Banggai, I DW Gede Supatriagama, ST., M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 13 Januari 2025.
Menurut Dewa, keterlambatan ini telah dilaporkan oleh para Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan PUPR Banggai.

Ia menjelaskan bahwa secara regulasi, penyedia jasa dapat mengajukan permintaan pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaa sesuai dengan ketentuan kontrak.
“Jika pekerjaan tidak selesai pada akhir kontrak, penyedia dapat mengajukan pemberian kesempatan, dengan catatan harus sesuai penilaian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ujar Dewa.
Keterlambatan ini juga dikombinasikan dengan kebijakan Bupati Banggai terkait pembayaran akhir tahun. Dewa menegaskan bahwa keputusan untuk memberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan didasarkan pada manfaat yang akan dihasilkan proyek tersebut.
“PPK memiliki banyak pertimbangan sebelum memberikan kesempatan. Jika dinilai proyek dapat selesai dan manfaatnya signifikan, maka pemberian kesempatan bisa diberikan,” tambahnya.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya tenaga kerja akibat terbagi pada berbagai proyek lainnya. Dewa mencontohkan proyek pembangunan gedung Dinas Perpustakaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga menyulitkan distribusi sumber daya manusia untuk proyek-proyek lain.
Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian proyek strategis untuk mendukung target pembangunan daerah. “Dengan APBD sebesar Rp3,2 triliun, kita berkomitmen menciptakan lebih banyak proyek infrastruktur. Namun, distribusi tenaga kerja menjadi tantangan besar yang memengaruhi progres pembangunan,” jelas dewa.
Sebagian besar proyek yang tertunda adalah proyek bangunan yang memerlukan tenaga kerja besar. Dewa memastikan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk memastikan proyek-proyek tersebut dapat diselesaikan dengan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan keterbatasan ini, Dinas PUPR Banggai tetap optimistis bahwa perencanaan strategis dan koordinasi intensif akan menjadi kunci penyelesaian semua proyek yang sedang berjalan.(MAM) *













