KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar kegiatan Napak Tilas Sejarah dan Tradisi Pembaretan CPNS Tahun 2026 pada Sabtu (08/08/2026). Rangkaian kegiatan tradisi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman nilai sejarah, memperkuat kedisiplinan, loyalitas, integritas, jiwa korsa, serta memperkokoh semangat pengabdian pegawai baru kepada organisasi.
Kegiatan pembinaan fisik dan mental ini diikuti oleh 7 orang peserta, yang terdiri dari 1 orang PNS dan 6 orang CPNS Lapas Kelas IIB Luwuk.
Rangkaian acara diawali di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Luwuk melalui proses registrasi, pemeriksaan kesehatan, pengecekan perlengkapan, serta briefing keamanan. Pemeriksaan medis dilakukan secara teliti untuk memastikan seluruh peserta dalam kondisi fisik prima sebelum menempuh rute jalan kaki sejauh kurang lebih 7,4 kilometer.
Setelah persiapan usai, digelar Apel Pembukaan dan Pelepasan Peserta di halaman Bapas Luwuk. Kepala Bapas Kelas II Luwuk, Laode Muhammad Masrul selaku Pembina Apel memimpin langsung prosesi pelepasan yang diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Lapas Luwuk.

Dalam amanatnya, Laode menekankan pentingnya memahami akar sejarah sebagai modal utama pengabdian. “Napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik menempuh rute 7,4 kilometer, melainkan sebuah perjalanan reflektif untuk menyalami kembali perjuangan para pendahulu kita.
Saya berharap adik-adik CPNS dapat menyerap nilai-nilai historis ini, melatih ketahanan fisik dan mental, serta senantiasa menjaga keselamatan dan kekompakan barisan hingga sampai di garis finish,” tegas Laode saat melepas peserta.
Memulai perjalanan dari Bapas Luwuk, para peserta berjalan dalam formasi rapi sembari menyanyikan Mars Imipas, Mars Pemasyarakatan, dan yel-yel perjuangan demi menjaga moril serta jiwa korsa. Selama perjalanan, tim kesehatan dan petugas pengamanan bersiaga mengawal jalannya kegiatan agar berlangsung aman dan tertib.
Guna menggembleng wawasan keimigrasian dan pemasyarakatan, peserta harus melintasi 11 Pos Pembinaan.
Di setiap pos, instruktur memberikan materi khusus yang wajib dipahami dan dihafalkan, untuk kemudian diuji pada pos berikutnya secara berkesinambungan.
Setibanya di Pos 11 depan Lapas Luwuk, para peserta disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk beserta jajaran pejabat struktural.
Memasuki malam hari, suasana berubah menjadi khidmat saat memasuki agenda Renungan Malam yang dipimpin oleh Pembina Pramuka Kabupaten Banggai, Wawan sebagai sarana refleksi diri dan pembinaan mental.
Puncak tradisi ditandai dengan prosesi Pembaretan. Dengan penuh keteguhan, peserta mengucapkan Tri Dharma Petugas Pemasyarakatan, dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air kembang, penyematan baret secara simbolis, serta penghormatan kepada Pataka.
Sebagai penutup, seluruh peserta melaksanakan penandatanganan komitmen integritas dan kesiapan mengemban amanah sebagai PNS.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun dalam amanatnya menyampaikan pesan mendalam terkait mahkota kehormatan yang baru saja disematkan
“Baret yang hari ini terpasang di kepala kalian bukan sekadar aksesoris pelengkap seragam, melainkan simbol tanggung jawab, disiplin, dan kehormatan korps. Jadilah insan Pemasyarakatan yang berintegritas tinggi, berakhlak, serta setia pada organisasi. Ingatlah perjuangan malam ini setiap kali kalian menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas,” ujar Bahrun.
Secara keseluruhan, rangkaian Napak Tilas Sejarah dan Pembaretan CPNS Tahun 2026 ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi tonggak awal kesiapan para pegawai baru dalam mengabdi di Lapas Kelas IIB Luwuk.( Rilis Lapas Luwuk) **












