Lutfi Samaduri Bantah Beniyanto Tamoreka Datang Meleraikan  di Sentral Timur Toili

KABAR BANGGAI –  Kabupaten Banggai dari Fraksi Gerindra, Lutfi Samaduri, akhirnya angkat bicara terkait insiden kekerasan yang menimpanya di Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili, pada Sabtu malam, 5 April 2025.

Dalam pernyataannya, Lutfi secara tegas membantah klaim yang menyebutkan bahwa Anggota DPR RI Beniyanto Tamoreka datang untuk melerai keributan malam itu.

Menurut Lutfi, kehadiran Beniyanto di lokasi justru menjadi pemicu terjadinya aksi razia dan kekerasan terhadap dirinya dan rekan-rekannya.

Ia menjelaskan, saat Beniyanto tiba di lokasi, dirinya langsung diminta untuk membuka pintu mobil. Permintaan tersebut sontak memicu massa untuk turut memeriksa isi kendaraan dan bahkan mengambil sejumlah dokumen yang berada di dalam mobil.

Baca Juga Berita Ini:  Layanan SDUWHV Resmi Dibuka, 5.420 Kuota Masih Tersedia

“Karena saya tidak izinkan dokumen diambil, di situlah ketegangan mulai terjadi dan akhirnya berujung pada kekerasan fisik terhadap saya,” ungkap Lutfi kepada wartawan.

Lebih lanjut, Lutfi juga menyayangkan pemberitaan sejumlah media yang dinilai tidak akurat. Ia menegaskan bahwa lokasi kejadian adalah rumah mertuanya sendiri, bukan rumah warga lain seperti yang diberitakan sejumlah media.

“Seolah-olah saya berada di rumah orang lain. Padahal itu rumah mertua saya, tempat saya tinggal. Ini perlu saya luruskan,” tegasnya.

Salah satu saksi mata, Ajan, yang juga berada di lokasi saat kejadian berlangsung, memperkuat pernyataan Lutfi. Ia mengatakan bahwa Beniyanto datang bukan untuk meredam situasi, melainkan dengan dugaan adanya praktik politik uang.

Baca Juga Berita Ini:  Tabrakan Maut Dua Motor, Satu Pemuda Tewas dengan Luka Parah di Batui Selatan Banggai

“Justru pak Beny datang dengan kecurigaan. Dia suruh buka mobil karena curiga kami bawa sesuatu,” kata Ajan.

Atas insiden ini, Lutfi telah melaporkan peristiwa dugaan penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kejadian ini secara adil dan transparan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *