Lapas Luwuk dan Disdikbud Banggai Teken PKS Program Pendidikan Kesetaraan

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan yang berkualitas bagi Warga Binaan. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas IIB Luwuk dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, Senin (13/04).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai.

banner 900x250 banner 900x250

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Luwuk, Bapak Muhammad Bahrun, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Bapak Syafrudin Hinelo, S.STP., M.Si.

Kerja sama ini secara khusus difokuskan pada penyelenggaraan Program Pendidikan Kesetaraan yang mencakup Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) bagi Warga Binaan yang sedang menjalani masa pidana di Lapas Kelas IIB Luwuk.

Program ini merupakan langkah nyata dalam menjamin hak pendidikan warga negara meski sedang berada di balik jeruji besi.

Dalam teknis pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk penyusunan kurikulum serta penyediaan tenaga pengajar yang kompeten.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Kelas II B Luwuk Tingkatkan Kewaspadaan Lewat Sosialisasi Penguatan Keamanan

Sementara itu, pihak Lapas Luwuk bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pendukung guna memastikan proses belajar mengajar berjalan kondusif di dalam Lapas.

Kalapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi para Warga Binaan.

Dengan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan wajib belajar dan memperoleh ijazah resmi yang diakui negara, para Warga Binaan diharapkan memiliki bekal yang kuat untuk kembali ke masyarakat.

“Pendidikan adalah kunci perubahan karakter. Melalui ijazah resmi ini, kami ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia para Warga Binaan agar ke depannya mereka memiliki peluang yang lebih baik dalam proses reintegrasi sosial dan dunia kerja,” pungkasnya.

Kadis Dikbud Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Baca Juga Berita Ini:  Kalapas Luwuk Berikan Apresiasi Hasil Trolling

“Kami dari jajaran Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi langkah Lapas Luwuk. Ini adalah bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kami berkomitmen menyediakan tenaga pengajar terbaik agar para Warga Binaan mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan masyarakat di luar, sehingga mereka memiliki bekal ilmu yang mumpuni,” ujar Syafrudin Hinelo.

Kalapas juga menambahkan, “Harapan kami ke depan, program ini melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi dan kepercayaan diri.

 Aksi nyata di lapangan akan segera kami mulai dengan menyiapkan ruang kelas yang representatif. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga ijazah resmi yang bisa membuka pintu pekerjaan dan masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Sinergi antara Lapas Luwuk dan Pemkab Banggai ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, sekaligus menciptakan generasi yang lebih baik dari balik tembok pemasyarakatan. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *