“Tepat Jelang Peringatan HBP Ke-61”
KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan panen raya hasil pertanian yang dikelola oleh petugas bersama warga binaan di lingkungan Lapas. Rabu (16/4/2025).
Suasana semangat dan kebersamaan tampak jelas ketika Lapas Luwuk menggelar panen raya sayuran hidroponik dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61 Tahun 2025.
Panen kali ini meliputi berbagai jenis sayuran, mulai dari sawi pakcoy, terong, cabai rawit, hingga labu.
Seluruh tanaman tersebut merupakan hasil dari budidaya yang dilakukan di dua lahan pertanian yang telah dioptimalkan oleh Lapas.
Area budidaya ini terdiri atas lahan hidroponik seluas 11×50 meter dan kebun mini samping Lapas dengan luas 15×57 meter.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, didampingi oleh jajaran pejabat struktural eselon IV dan V serta petugas pembinaan kemandirian.
Turut terlibat dalam proses panen sebanyak empat orang warga binaan yang tergabung dalam program kerja pertanian di Lapas tersebut.
Dalam keterangannya, Kalapas Luwuk menegaskan bahwa program pertanian ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai media pembinaan yang memberikan keterampilan serta pengalaman baru bagi warga binaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar panen sayur, melainkan bentuk nyata keterlibatan warga binaan dalam mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan.
Kami ingin memastikan bahwa pemasyarakatan benar-benar berdampak positif, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” ujar Kalapas.

Dari hasil panen kali ini, Lapas Luwuk berhasil mengumpulkan sekitar 50 kilogram sawi pakcoy, 60 kilogram terong, 15 kilogram cabai rawit, dan 75 kilogram labu.
Sebagian besar hasil panen akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam Lapas, sementara sebagian lainnya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kontribusi sosial dari Lapas Luwuk.
Program pertanian ini merupakan bagian dari implementasi 13 program akselerasi kebijakan Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang salah satunya menekankan optimalisasi lahan serta pemberdayaan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah juga memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Lapas Luwuk dalam konsistensinya menjalankan program pembinaan berbasis ketahanan pangan.
“Apa yang dilakukan oleh Lapas Luwuk merupakan contoh konkret pengintegrasian pembinaan kemandirian dengan program ketahanan pangan nasional.
Ini bisa menjadi model yang layak ditiru oleh Lapas lain di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Kegiatan panen yang berlangsung lancar, aman, dan penuh kebersamaan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan internal Lapas, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan dalam menatap kehidupan yang lebih mandiri dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.
Lapas Luwuk berkomitmen menjadikan pembinaan sebagai langkah nyata dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik dan siap berkontribusi secara positif di masa depan.Red/Humas-LPLuwuk **







