Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Kemandirian Klien Pemasyarakatan Lewat Kolaborasi dengan UMKM

KABAR BANGGAI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam membina klien pemasyarakatan agar mampu mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menanggapi pelaksanaan pelatihan keterampilan membuat bawang goreng bagi klien pemasyarakatan yang digelar Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu.

banner 900x250

Menurut Bagus, pembinaan berbasis keterampilan nyata seperti ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus membuka jalan bagi klien agar dapat diterima kembali di tengah masyarakat.

“Pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga pembinaan. Dengan bekal keterampilan, klien bisa punya peluang kerja bahkan membangun usaha. 

Kolaborasi dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah bentuk nyata agar pembinaan sejalan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bagus, Senin (1/9/2025).

Baca Juga Berita Ini:  Kanwil Ditjenpas Sulteng Percepat Hak Integrasi Anak Binaan Lewat Inovasi Peta Sunan

Bagus Kurniawan menambahkan, Kanwil Ditjenpas Sulteng akan terus mendorong unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik UMKM maupun dunia usaha, agar tercipta program pembinaan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Harapan kami, pembinaan ini tidak berhenti di pelatihan. Ke depan, kami ingin para klien bisa benar-benar mandiri, diterima masyarakat, dan ikut berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” harap Bagus.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Aula Bapas Palu ini melibatkan 20 klien pemasyarakatan dan menggandeng UMKM Bawang Goreng Sigi. 

Bertindak sebagai instruktur, pemilik UMKM, Sri, membimbing peserta mulai dari teknik memilih bawang, mengiris, menggoreng hingga renyah, sampai strategi pengemasan dan pemasaran.

Baca Juga Berita Ini:  Kejar Keadilan dan Akuntabilitas, Kejati Sulteng Matangkan Evaluasi dan Strategi Kinerja di Rakerda 2025

“Saya senang bisa terlibat langsung, semoga ilmu yang saya bagikan ini dapat bermanfaat untuk para klien di Bapas Palu,” ungkap Sri.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Bapas Palu, Surya Putra, menyebut kegiatan ini sejalan dengan arahan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, salah satunya untuk menghasilkan produk UMKM yang berkualitas.

“Kami ingin klien mendapatkan keterampilan yang bisa langsung diterapkan, sehingga program kemandirian bukan sekadar formalitas,” jelas Surya.

Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga pemberdayaan. 

Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor, setiap klien diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif, berdaya saing, dan bermanfaat bagi lingkungannya. ( Humas Kanwil Ditjenpas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *