“Gerindra Desak Pengusutan Persekusi Kader Jelang PSU Banggai”

KABAR BANGGAI- Partai Gerindra Banggai menunjukkan sikap tegas menyikapi dugaan tindakan persekusi dan intimidasi yang menimpa dua anggota legislatif (Aleg) mereka, yakni Lutpi Samaduri dan Suwardi Agis.

Kedua kader tersebut dilaporkan mengalami tekanan dari sekelompok orang tak dikenal, menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Banggai beberapa waktu lalu.

Atas peristiwa itu, Partai Gerindra Banggai yang merupakan bagian dari partai besar nasional yang didirikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, langsung mengambil langkah. Pada Kamis, 10 April 2025, puluhan kader dan simpatisan partai menggelar aksi damai dengan mendatangi Kantor Bawaslu Banggai di Jalan Dr. Sutomo atau Jalan Dahlia, Luwuk.

Dalam orasinya, para kader Gerindra mendesak Bawaslu untuk menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan terkait kasus intimidasi yang dialami Lutpi Samaduri dan Suwardi Agis.

Mereka menyebut, tindakan persekusi tersebut bukan hanya mencoreng nama baik demokrasi, tapi juga mengganggu integritas pelaksanaan PSU yang seharusnya berlangsung secara adil dan damai.

Baca Juga Berita Ini:  Gerindra Banggai Tolak Penundaan PAW, Sebut Proses Tidak Sah Secara Prosedural

“Kami tidak sedang membicarakan soal menang atau kalah. Yang kami tuntut adalah proses demokrasi yang berjalan secara jujur, adil, dan tanpa tekanan. Kalau cara-cara intimidatif ini dibiarkan, maka demokrasi kita sedang dilukai,” teriak salah satu orator dalam aksi.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Lutpi Samaduri didatangi dan diintimidasi oleh sekelompok orang saat berada di rumah mertuanya di Desa Sentral Sari, Kecamatan Toili.

Sementara Suwardi Agis bahkan mengalami pelecehan verbal di rumah kontrakan yang ia tempati di daerah yang sama. Keduanya kini telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Yang mengejutkan, dalam dua kejadian tersebut, disebut-sebut terdapat keterlibatan dua tokoh politik dari Partai Golkar, yakni Benianto Tamoreka dan Panji Tamoreka.

Kader Gerindra pun menyayangkan dugaan keterlibatan elit politik dalam aksi yang dinilai mencederai nilai demokrasi.

Baca Juga Berita Ini:  Kantor Imigrasi Banggai Tegaskan Tolak Gratifikasi

“Ini Partai Gerindra, partai besar yang didirikan Presiden Prabowo Subianto, namun kadernya dilecehkan oleh preman dan politisi lain.

Jangan biarkan ini berlanjut. Kami menuntut keadilan dan pengusutan tuntas atas peristiwa ini,” tegas para orator.

Tak hanya dua aleg yang menjadi korban, tekanan juga dikabarkan dialami oleh tim sukses dan saksi dari pasangan calon Sulianti Murad-Samsul Bahri Mang.

Mereka disebut-sebut merasa terintimidasi saat menjalankan tugas mereka dalam proses PSU di wilayah Toili.

Partai Gerindra berharap Bawaslu, KPU, dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret.

Penyelenggaraan PSU yang bersih dan jujur hanya bisa terwujud jika semua pihak bertindak netral dan menindak tegas pelaku kekerasan serta intimidasi.

Gerindra pun menyatakan akan terus mengawal proses hukum dan demokrasi demi menjaga kehormatan partai dan para kadernya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *