Dukung Kualitas Pembinaan, Lapas Luwuk Gandeng Donggi Senoro LNG

KABAR BANGGAI  – Komitmen dalam memperkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk. Pada Kamis (19/2/2026), Lapas Luwuk menerima kunjungan dari PT. Donggi Senoro LNG dalam rangka menindaklanjuti proposal kerja sama budidaya ikan lele yang sebelumnya telah diajukan.

Kunjungan tersebut diwakili oleh dua orang perwakilan perusahaan dan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, bersama Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binapigiatja), Rudi Santoso.

Dalam agenda tersebut, pihak PT. Donggi Senoro LNG melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan sebagai area budidaya ikan lele oleh Warga Binaan.

Selain itu, rombongan juga melihat berbagai program pembinaan kemandirian yang telah berjalan, seperti bengkel kerja dan meubelair, guna memperoleh gambaran komitmen Lapas dalam memberdayakan Warga Binaan secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi Budaya Prima Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam memberikan pelayanan yang Profesional, Rensponsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel. Lapas Luwuk menunjukkan keterbukaan serta kesiapan dalam membangun kolaborasi dengan pihak eksternal demi optimalisasi pembinaan.

Baca Juga Berita Ini:  Borong Penghargaan Bergengsi, Lapas Luwuk Sabet Terbaik I di Dua Kategori

Perwakilan PT. Donggi Senoro LNG, Anton, menyampaikan apresiasinya atas sambutan dan paparan yang diberikan oleh jajaran Lapas Luwuk.

“Kami melihat adanya keseriusan dan kesiapan dari Lapas Luwuk dalam mengembangkan program budidaya ikan lele ini. Program seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun kemandirian dan harapan baru bagi Warga Binaan.

Kami juga mengapresiasi keterbukaan dan profesionalisme yang ditunjukkan, yang mencerminkan budaya kerja yang prima,” ujar Anton.

Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa kerja sama dengan pihak swasta merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan berbasis produktivitas sekaligus wujud nyata Budaya Prima Kemenimipas.

“Budidaya ikan lele ini kami rancang sebagai program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Melalui sinergi dengan PT. Donggi Senoro LNG, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi. Ini sejalan dengan Budaya Prima Kemenimipas, di mana kami terus berupaya memberikan layanan pembinaan yang profesional, transparan, dan berdampak nyata,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Ini:  Kalapas Luwuk Terima Kunjungan Yayasan Masyarakat Indonesia Setara, Tabligh Akbar Sambut Ramadhan Segera Digelar

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan turut memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan mendorong agar kolaborasi ini segera ditindaklanjuti.

“Sinergi dengan dunia usaha seperti PT. Donggi Senoro LNG merupakan bentuk kolaborasi strategis yang patut diapresiasi. Pembinaan kemandirian harus terus diperkuat agar Warga Binaan memiliki kompetensi dan daya saing setelah bebas nanti,” tegas Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah.

Kegiatan kunjungan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta tetap mengedepankan prosedur keamanan yang berlaku di lingkungan Lapas.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama konkret yang dapat mendukung optimalisasi program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Luwuk, sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara Pemasyarakatan dan sektor industri dalam membangun sumber daya manusia yang lebih baik sesuai semangat Budaya Prima Kemenimipas. Red-Humas/Lapas Luwuk**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *