Di Lapas Luwuk, Maulid Nabi Jadi Oase Ketenangan di Tengah Keterbatasan

KABAR  BANGGAI – Penjara sering kali identik dengan keterbatasan dan dinding tinggi. Namun, di tengah hiruk pikuk dan rutinitas yang monoton, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk Kanwil Ditjenpas Sulteng, menemukan cara untuk menghadirkan ketenangan dan semangat keagamaan bagi para Warga Binaan.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada hari Jumat, 12 September 2025, menjadi momen istimewa yang terasa bagai oase ketenangan di tengah keterbatasan ruang gerak.

Acara yang berlangsung di masjid At-Taubah Lapas Luwuk ini tidak hanya dihadiri oleh seluruh Warga Binaan, tetapi juga melibatkan para Petugas dan Pejabat Lapas Luwuk. Ruangan masjid yang sederhana disulap menjadi tempat yang khusyuk, dipenuhi lantunan shalawat dan zikir.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, dalam sambutannya menekankan pentingnya perayaan ini sebagai sarana introspeksi diri. “Maulid Nabi adalah waktu yang tepat bagi kita semua, terutama Warga Binaan, untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  Tim Itjen Kemenimpas  Verifikasi Zona Integritas Menuju WBK  di Imigrasi Banggai

“Di balik dinding ini, kita punya kesempatan untuk memperbaiki diri, menjadikan kekurangan di masa lalu sebagai cambuk untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.”

Puncak acara ditandai dengan tausiyah dari seorang Ustaz setempat yang sengaja diundang. Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, ia mengajak para Warga Binaan untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dalam menjalani hidup.

 “Di luar sana, kita sering terlalu sibuk mencari kebahagiaan. Tapi di sini, Allah memberikan kita waktu untuk menemukannya dalam diri sendiri,” ujar ustaz ir.H Ramli Hasan,S.Ag.,S.Kom.,M.Pd. “Jangan jadikan tempat ini sebagai akhir dari segalanya, tapi sebagai awal dari perubahan.”

Bagi banyak Warga Binaan, perayaan Maulid Nabi ini adalah pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Mereka masih memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, merenungi kesalahan, dan memulai lembaran baru.

Baca Juga Berita Ini:  Desa Taloyon Bergerak! Cabjari Pagimana Pimpin Penyuluhan Hukum Antikorupsi Guna Bentengi Anggaran Desa

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lapas Luwuk yang terus berupaya membina moral dan spiritual Warga Binaan.

 “Pembinaan rohani adalah fondasi utama dalam proses rehabilitasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat nanti,” ucapnya.

Di Lapas Luwuk, perayaan keagamaan seperti ini menjadi bukti bahwa di balik jeruji besi, harapan dan ketenangan jiwa tetap dapat tumbuh. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat bahwa setiap insan berhak mendapatkan bimbingan dan kesempatan kedua. Red/Humas-LPLuwuk **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *