Deteksi Dini Penyakit Menular, Lapas Luwuk Lakukan Skrining Kesehatan Warga Binaan

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berupaya untuk menjaga lingkungan hunian yang sehat dan kondusif. Sebagai langkah deteksi dini, Lapas Luwuk melaksanakan skrining komprehensif terhadap beberapa Warga Binaan, terutama Warga Binaan yang baru di limpahkan oleh pihak Kepolisian dan Kejaksaan, Sabtu (18/04).

Langkah ini merupakan bagian dari protokol kesehatan berkala yang diterapkan untuk memetakan kondisi kesehatan Warga Binaan sejak dini, sehingga risiko penularan penyakit di dalam area hunian dapat diminimalisir secara maksimal.

banner 900x250 banner 900x250

Skrining kesehatan ini bersifat menyeluruh dan wajib diikuti oleh Warga Binaan, terutama mereka yang baru saja masuk ke lingkungan Lapas. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis dengan pengawasan ketat dari petugas pengamanan.

Dalam pelaksanaannya, Lapas Luwuk bekerja sama dengan tenaga medis dari Puskesmas Simpong. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan yang lebih komprehensif dan profesional bagi para Warga Binaan.

Baca Juga Berita Ini:  Gerindra Murka! Dua Anggota DPRD Banggai Diduga Jadi Korban Persekusi Jelang PSU Toili

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan adalah prioritas utama. Dengan terdeteksinya kondisi kesehatan secara dini, tim medis dapat segera mengambil langkah pengobatan atau isolasi jika ditemukan penyakit yang berisiko menular.

“Kesehatan Warga Binaan adalah faktor kunci dalam keberhasilan pembinaan. Jika mereka sehat, maka program pelatihan dan pembinaan dapat berjalan lancar. Skrining ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk mencegah adanya wabah penyakit di dalam blok hunian,” ujar Bahrun.

Begitu juga petugas kesehatan dari Puskesmas Simpong yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa skrining ini sangat krusial mengingat pola interaksi yang tinggi di dalam lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami melakukan pemeriksaan fisik serta skrining penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS. Fokus kami adalah memutus mata rantai penularan di tahap awal. Jika ditemukan adanya gejala, kami bisa segera memberikan rekomendasi penanganan medis atau isolasi agar tidak menyebar ke penghuni lain,” ujar Candra salah satu petugas kesehatan Puskesmas Simpong.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Perkuat Keamanan Dengan Pembangunan Jalan Kontrol

Bagi Warga Binaan yang terindikasi memiliki keluhan kesehatan, pihak Lapas Luwuk telah menyiapkan langkah tindak lanjut berupa pemberian obat-obatan rutin serta pendampingan medis secara berkelanjutan. Selain itu, edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga terus digalakkan di setiap blok.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem Lapas Luwuk yang aman dari ancaman penyakit, sejalan dengan semangat transformasi Pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan humanis serta Prima.  ( Rilis Lapas Luwuk) ** Setahun Bekerja dan Bergerak – Berdampak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *