Cek Faktanya! Isu Limbah PT KLS di Sungai Kayuku Cuma Hoaks, Warga Minta Hati-Hati Cerna Berita

KABAR BANGGAI – PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pencemaran Sungai Kayuku Kecamatan Moilong dikarenakan jebolnya limbah sawit.

Dalam video berdurasi 0.57 detik yang diunggah oleh salah satu media lokal melalui akun Facebook, Jumat 24 Juli 2026, menggambarkan situasi Sungai Kayuku yang telah berubah warna menjadi Kecoklatan.

banner 900x250

“Air seharusnya warna keruh banjir tapi berubah warna coklat. Ini pasti limbah pabrik ini yang jebol. Limbah pabrik sawit di hulu sana di HGU PT Kurnia Luwuk Sejati,”ucap salah seorang warga dalam rekaman video itu.

Mill Manager PT KLS Pardosi kepada media ini menegaskan bahwa, informasi tersebut adalah hoaks dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca Juga Berita Ini:  Penaklukan Gaya Baru: Saat Pelantikan PPPK Jadi Simbol Kekuasaan

Hingga saat kata dia, seluruh aktivitas operasional PT KLS berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk dalam pengelolaan limbah yang diawasi melalui sistem pengolahan sesuai standar lingkungan.

Ia menilai, penyebaran informasi tanpa disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, sekaligus merugikan nama baik perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.

“Kami sudah melakukan pengecekkan aliran sungai Kayuku. Kalau berubah warna kecoklatan atau keruh dikarenakan intensitas curah hujan tinggi (banjir), bukan karena limbah Sawit. Dan hasil pengecekan kondisi air sungai jernih,”terangnya.

Iapun mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan.

“Kami mengimbau agar masyarakat melakukan verifikasi dan validasi tentang kebenaran sebuah informasi, sebelum membagikannya kepada publik guna menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks,”imbuhnya.

Baca Juga Berita Ini:  Patroli Rutin Kelurahan Kilongan Permai, Bhabinkamtibmas dan Lurah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Menurutnya, isu lingkungan merupakan persoalan yang sangat sensitif sehingga setiap informasi yang beredar seharusnya didasarkan pada hasil pemeriksaan maupun data yang valid, bukan sekadar asumsi atau unggahan yang belum terverifikasi.

Berangkat dari hal itu, ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Sebab di era digital saat ini, penyebaran hoaks dapat berlangsung dengan sangat cepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, bahkan merusak kepercayaan publik.

“Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar sehingga masyarakat memperoleh fakta yang utuh dan tidak lagi terpengaruh oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *