Bukti Pembinaan Berhasil, Warga Binaan Ciptakan Meja Pembinaan Kepribadian untuk Masjid

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus mendorong Warga Binaan untuk berkarya melalui program pembinaan kemandirian. 

Salah satu hasilnya adalah meja belajar yang diproduksi oleh kelompok kerja meubelair dan kini digunakan sebagai sarana kegiatan pembinaan keagamaan di Masjid At-Taubah Lapas Luwuk, Jumat (7/8).

banner 900x250

Meja-meja tersebut dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pembinaan kepribadian, seperti yasinan, baca tulis Al-Qur’an, kajian keagamaan, serta pembelajaran lainnya. 

Kehadiran meja hasil karya Warga Binaan membuat pelaksanaan pembinaan menjadi lebih tertata dan nyaman.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Heru Cahyono, mengatakan bahwa setiap hasil karya Warga Binaan diupayakan memiliki manfaat nyata, baik sebagai bekal keterampilan maupun untuk mendukung kebutuhan pembinaan di dalam Lapas.

“Kami ingin Warga Binaan melihat langsung bahwa hasil kerja mereka benar-benar digunakan. 

Saat meja yang mereka buat dipakai setiap hari untuk kegiatan pembinaan di masjid, mereka bisa merasakan bahwa karya mereka memiliki nilai dan manfaat. 

Baca Juga Berita Ini:  Bukber Lapas Luwuk, Wujud Syukur Kenaikan Pangkat Pegawai

Itu menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan,” ujar Heru.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam pembuatan meja, R, mengaku awalnya belum pernah membuat furnitur. 

Namun setelah mengikuti pembinaan, ia mulai memahami teknik dasar pertukangan hingga mampu menyelesaikan meja yang kini digunakan di masjid. “Awalnya saya hanya membantu memotong bahan.

Lama-kelamaan saya belajar merakit dan memasang semuanya. Waktu melihat meja ini dipakai saat yasinan dan belajar mengaji, rasanya senang karena hasil kerja kami tidak hanya disimpan, tetapi benar-benar dimanfaatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Warga Binaan lain, A, yang rutin mengikuti kegiatan baca tulis Al-Qur’an di Masjid At-Taubah, merasakan manfaat dari penggunaan meja tersebut. 

“Kalau belajar mengaji sekarang lebih nyaman. Al-Qur’an dan buku bisa diletakkan di meja sehingga lebih mudah membaca dan menulis. 

Baca Juga Berita Ini:  Heboh! Warga Banggai Geger Temuan Mayat Pria Tergantung di Pohon Kelapa Usai Cekcok dengan Anak"

Kami juga jadi lebih semangat mengikuti kegiatan karena tempat belajarnya terasa lebih rapi,” tuturnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa pembinaan di Lapas harus mampu memberikan pengalaman yang berdampak bagi Warga Binaan. 

“Karya yang dihasilkan Warga Binaan tidak hanya menjadi bukti keberhasilan pembinaan keterampilan, tetapi juga memberi manfaat bagi kegiatan pembinaan kepribadian. 

Kami berharap mereka tidak hanya membawa pulang keterampilan, tetapi juga rasa percaya diri karena mampu menghasilkan sesuatu yang berguna bagi orang lain,” tegas Bahrun.

Melalui sinergi pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian, Lapas Luwuk terus menghadirkan program yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan merasakan langsung manfaat dari hasil kerja mereka. 

Diharapkan pengalaman tersebut menjadi bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat. (Mj)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *