KABAR BANGGAI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, dengan menggandeng Koperasi Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (PRIMKOPASINDO). Dukungan ini diwujudkan melalui sistem pembayaran non tunai menggunakan BRIZZI, sebagai bentuk transformasi digital di lingkungan pemasyarakatan.
Koperasi PRIMKOPASINDO diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para pegawai Lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Ketua PRIMKOPASINDO Lapas Luwuk, Haerul, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa koperasi ini menjadi salah satu upaya menambah penghasilan para pegawai, selain dari gaji pokok yang mereka terima.Senin 28 Juli 2025.

“Koperasi ini didirikan dari anggota dan untuk anggota. Seluruh pegawai Lapas adalah anggota koperasi, dan setiap transaksi yang dilakukan di PRIMKOPASINDO akan memberikan keuntungan yang kembali lagi ke anggota,” jelas Haerul.
Ia juga menambahkan, harga barang-barang kebutuhan di koperasi hampir sama dengan harga di luar Lapas, sehingga tetap terjangkau.
Selain itu, keberadaan koperasi ini sangat membantu WBP karena menyediakan barang-barang kebutuhan harian yang dapat dibeli tanpa harus keluar dari lingkungan Lapas.
Meski awalnya koperasi ini sudah berdiri sejak tahun 1997, PRIMKOPASINDO sempat mengalami masa vakum akibat kebangkrutan. Namun, pada tahun 2025, koperasi ini dihidupkan kembali dengan semangat baru dan dukungan dari seluruh pegawai Lapas Luwuk.
Salah satu bentuk inovasi yang kini diterapkan adalah sistem pembayaran non tunai menggunakan BRIZZI, hasil kerja sama dengan BRI. “Pembayaran sekarang diarahkan ke sistem digital.
Cukup isi saldo BRIZZI, sudah bisa belanja di PRIMKOPASINDO. Ini sejalan dengan instruksi Dirjen Pemasyarakatan bahwa transaksi dalam Lapas harus bebas dari uang tunai,” ujar Haerul.
Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, secara terpisah juga menyampaikan apresiasinya terhadap aktifnya kembali koperasi tersebut. Menurutnya, koperasi ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan mendesak para pegawai maupun warga binaan.
“Kami sadar bahwa kebutuhan sehari-hari bisa didapatkan langsung di koperasi. Bahkan sebelum ada instruksi Presiden untuk membentuk Koperasi Merah Putih di tiap kelurahan dan desa, Lapas Luwuk sudah mempersiapkan koperasi pegawai yang sekarang dikenal sebagai PRIMKOPASINDO,” jelas Bahrun.
Ia menegaskan bahwa koperasi ini tidak bergantung pada APBN karena tujuannya murni untuk menambah kesejahteraan pegawai dan memberikan kemudahan bagi warga binaan. Sistem BRIZZI yang diusung oleh BRI dinilai sangat mendukung program digitalisasi di lingkungan Lapas.
“Dengan kerja sama yang sudah dibangun bersama BRI, kini transaksi di lingkungan Lapas menjadi lebih aman, transparan, dan modern,” tutup Bahrun.
Dengan sinergi yang terbangun antara BRI dan Lapas Luwuk melalui PRIMKOPASINDO, diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan produktif di lingkungan pemasyarakatan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik. ( MAM) **







