Asah Jiwa Mandiri, Warga Binaan Lapas Luwuk Unjuk Gigi Lewat UMKM Tata Boga

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus konsisten menggalakkan kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

Salah satu bidang yang terus dikembangkan adalah tata boga sebagai wadah untuk melatih keterampilan sekaligus membangun jiwa kewirausahaan Warga Binaan.

banner 900x250

Pada Selasa (15/9), kegiatan tata boga Lapas Luwuk kembali produktif dengan menghadirkan sejumlah produk makanan dan minuman yang dipasarkan di lingkungan Lapas. Menu yang disediakan antara lain ayam kecap, ayam lalapan, pisang goreng, serta aneka minuman.

Produk tersebut dipasarkan kepada Warga Binaan maupun pengunjung yang datang untuk membesuk keluarganya.

Selain menjadi bagian dari aktivitas produktif, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk secara langsung menerapkan keterampilan yang telah mereka pelajari, mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan makanan, hingga penyajian dan pelayanan kepada konsumen.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tata boga, inisial A, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Baca Juga Berita Ini:  Sinergi Bea Cukai-Lapas Luwuk,Kolaborasi Kuat Wujudkan Zona Integritas dan Raih Predikat WBK

 “Kami senang bisa ikut dalam kegiatan tata boga ini. Di sini kami belajar bagaimana mengolah makanan dengan baik, menjaga kebersihan, sampai melayani pembeli. Harapannya keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk kami setelah kembali ke masyarakat,” ujar A.

Antusiasme juga terlihat dari pengunjung yang membeli produk hasil kegiatan tata boga tersebut. Salah seorang pengunjung menilai makanan yang dijual cukup menarik dan praktis karena dapat dibeli selama berada di lingkungan Lapas.

“Makanannya cukup enak dan harganya juga sesuai. Menurut saya ini kegiatan yang bagus karena Warga Binaan diberikan kesempatan untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini terus dikembangkan,” ungkap salah seorang pengunjung.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM tata boga merupakan bagian dari komitmen Lapas Luwuk dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami terus mendorong kegiatan kemandirian agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Tata boga menjadi salah satu bidang yang potensial karena keterampilannya dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri,” ujar Bahrun.

Baca Juga Berita Ini:  Hangat dan Humanis, Lapas Luwuk Gelar "Jumat Berkah" Makan Nasi Kuning Bersama Warga Binaan

Menurutnya, pemasaran produk kepada Warga Binaan dan pengunjung juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Warga Binaan tidak hanya dilatih untuk mampu membuat produk, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab, pelayanan, dan bagaimana menghasilkan produk yang dapat diterima oleh konsumen.

“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan memasak, tetapi juga sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab. Ketika produk mereka dibeli dan diapresiasi oleh konsumen, itu menjadi motivasi tersendiri bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas,” tambah Kalapas.

Lapas Luwuk berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan kemandirian melalui UMKM dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif.

Diharapkan, semakin banyak keterampilan yang dikuasai dapat menjadi modal produktif bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan positif setelah kembali ke masyarakat. ( Humas Lapas Luwuk ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *