KABAR BANGGAI – Pendidikan tak boleh terhenti meski di balik jeruji. Semangat itulah yang melandasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk dalam menggalakkan program pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan, Selasa (2/6).
Melalui program ini, Lapas Luwuk berupaya membuka pintu masa depan yang lebih cerah agar mereka tetap bisa mengejar ketertinggalan pendidikan formal selama di dalam Lapas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan fungsi pembinaan Pemasyarakatan, dengan menekankan pentingnya pemenuhan hak Narapidana dan Anak Binaan untuk memperoleh pendidikan yang layak selama menjalani masa pidana.
Melalui pendidikan kesetaraan, diharapkan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan formal setara Paket A, B, maupun C sesuai jenjang masing-masing.
Selain fokus pada aspek kognitif, kegiatan pembelajaran ini juga diimbangi dengan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Hal ini diharapkan dapat menurunkan angka residivisme dengan membekali Warga Binaan kompetensi akademis formal yang sah secara hukum, guna mendukung peningkatan kualitas hidup mereka pasca bebas.
Plh. Kepala Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan melaksanakan arahan Ditjenpas sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan Program Aksi Kemenimipas.
“Pendidikan merupakan hak dasar Warga Binaan yang harus dipenuhi. Lapas Luwuk berkomitmen untuk menjalankan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan melalui pendidikan kesetaraan,” ujar Andi.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa pelaksanaan pendidikan kesetaraan di Lapas Luwuk dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan instansi terkait, guna memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan sesuai ketentuan.
Selain meningkatkan pengetahuan, program ini juga diharapkan dapat membentuk karakter dan mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat.
Program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan sebut saja Noldi (22) yang mengikuti program Paket C mengaku sangat bersyukur atas kesempatan emas yang diberikan di dalam Lapas Luwuk.
“Dulu saya mengira masa depan saya sudah selesai di sini. Namun, dengan adanya program sekolah kesetaraan ini, saya merasa diberikan kesempatan kedua.
Saya bertekad belajar sungguh-sungguh agar setelah bebas nanti, ijazah ini bisa saya gunakan untuk mencari pekerjaan yang layak dan membahagiakan keluarga,” ungkapnya dengan penuh haru.
Dengan mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Luwuk terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, berorientasi pada pemenuhan hak Warga Binaan, serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang lebih humanis dan berkeadilan.(Lapas Luwuk )**







