Tidak hanya kedua perang dunia tersebut, kaum Yahudi juga mendalangi berbagai revolusi di berbagai belahan bumi, mulai Revolusi Bolshevik (1917), Revolusi Jerman (1918-1919) hingga Revolusi Turki (1924) dan lainnya yang menyebabkan puluhan juta nyawa menjadi korban.
Ideologi komunis yang menyebar di berbagai negara, termasuk di Asia Tenggara sebenarnya lahir dari tokoh-tokoh Yahudi. Sejarawan William G Carr menyebut, tokoh Komunis seperti: Karl Mark, Stalin dan Lenin adalah keturunan Yahudi.
Sementara itu seorang pendeta Yahudi bernama Emmanuel Rabinovich dalam Sidang Darurat Pendeta Yahudi Eropa (12/1/1952) mengatakan, “Untuk mencapai tujuan akhir, bisa saja kita memerlukan cara yang menyedihkan, seperti pernah kita lakukan pada masa Hitler yaitu kita sendiri mengatur terjadinya peristiwa penindasan terhadap sebagian bangsa kita sendiri. Dengan kata lain kita akan menumbalkan sebagian putra bangsa kita sendiri pada suatu peristiwa yang akan kita atur dari belakang layar.” Peristiwa itulah yang kemudian dikenal dengan Holocaust.
Dunia juga pernah mengalami krisis ekonomi beberapa kali, antara lain krisis pada tahun 1980, 1998 dan 2008. Beberapa pakar menyebut, tokoh Zionis Yahudi George Soros-lah pelakunya. Ia bersama Yahudi lainnya membuat konspirasi dengan memonopoli mata uang dunia (USD) agar perekonomian negara-negara berkembang porak-poranda.
Beberapa tahun silam, terjadi pandemi Covid 19. Puluhan juta nyawa melayang, hampir semua negara di dunia merasakan dampak kerugiannya. Politisi AS, Robert F Kennedy Jr menyebut, pandemi tersebut merupakan bagian dari strategi Zionis untuk menghancurkan kehidupan umat manusia. Klaim tersebut tentu menjadi kontroversi di kalangan para elit dunia.
Bentuk kejahatan lainnya adalah, mereka juga menjadi dalang berbagai kemaksiatan, perjudian (saat ini dikenal judi online), menjerat negara-negara berkembang dengan utang, menjerat masyarakat dengan pinjaman cepat (pinjol), dan semua itu adalah jebakan riba.
Mantan Presiden AS Benyamin Franklin pernah berkata: “Ada bahaya besar mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang Yahudi. Di bumi mana pun Yahudi itu berdiam, mereka selalu menurunkan tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi diri dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumı, seperti yang terjadi di Portugal dan Spanyol.”
Memusuhi Semua Manusia
Sesungguhnya, orang-orang Yahudi bukan hanya memusuhi umat Islam dan bangsa Palestina, tetapi mereka juga memusuhi semua umat manusia. Hal itu terlihat jelas dalam ajaran yang tercantum dalam “The Protocol of Zion.”
Salah satu ajaran sesat dalam The Protocol of Zion yang menjadi keyakinan mereka adalah bahwa selain dari suku dan ras Yahudi, maka dianggap sebagai binatang (ghoyim) yang boleh disiksa, dirampas hartanya, dijadikan sebagai budak, bahkan boleh dibunuh.
Hal itulah yang secara jelas dan gamblang diucapkan oleh para petinggi penjajah Zionis Yahudi yang menjabat sebagai menteri di kabinet perang, di antaranya: Itamar Ben Gvir dan Yoaf Gallant yang menyebut orang-orang Gaza sebagai binatang yang boleh diburu dan dibunuh.
Dari keyakinan sesat itu, mereka akan terus memusuhi orang-orang selain golongan mereka, tanpa memperdulikan nilai-nilai kemanusiaan, HAM dan hukum humaniter internasional.
Kejahatan dan kedurhakaan mereka terus berlanjut dan bertambah. Hal itu terlihat jelas sejak peristiwa Nakbah 1948 lalu hingga saat ini. Mereka terus melakukan kejahatan dengan mengusir, merampas dan membunuh rakyat Palestina.
Meskipun lembaga dunia PBB berulang kali memperingatkan Zionis Yahudi melalui resolusi-resolusinya, namun hal itu tidak ada yang dilaksanakan. Ratusan resolusi PBB diabaikan Zionis.












