Tragis! Siswa SD Tewas Ditabrak Mitsubishi Triton Saat Menyebrang di Samalore Toili

KABAR BANGGAI  – Insiden memilukan terjadi di Jalan Umum Desa Samalore, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, pada Rabu pagi (14/5/2025) sekitar pukul 06.30 Wita. Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial A, berusia 8 tahun, meninggal dunia setelah ditabrak sebuah mobil saat hendak menyeberang jalan.

Korban, yang diketahui merupakan pelajar kelas 2 SD asal Desa Argakencana, tewas di tempat dengan luka parah di bagian kepala akibat kerasnya benturan. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil Mitsubishi Triton dengan nomor polisi DA 8549 HB yang dikemudikan oleh pria berinisial AM (41), warga setempat.

Kapolsek Toili, AKP Raden Hermawan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tragis itu. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, mobil yang dikemudikan AM melaju dari arah SPBU menuju rumahnya. Di waktu bersamaan, korban tiba-tiba menyebrang tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Bentuk Warga Binaan Jadi Kader Kesehatan

“Korban langsung menyeberang jalan dan tidak melihat kendaraan yang datang. Sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar Kapolsek.

Begitu menerima laporan, personel Polsek Toili segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun sayangnya nyawanya tidak tertolong.

“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka serius di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia,” ungkap AKP Raden Hermawan.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Menurut keterangan polisi, pengemudi mobil dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).

Baca Juga Berita Ini:  Drs. Paiman Karto Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Banggai Gantikan Almarhum Jodi Prakoso

“Saat ini pengemudi sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan kasus ini kami serahkan kepada Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Banggai untuk dilakukan pendalaman,” tambahnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa tidak ada kerugian materi dalam peristiwa tersebut, namun nyawa seorang anak tak berdosa menjadi korban dalam insiden ini.

Selain itu, perlunya edukasi dan fasilitas penyeberangan yang aman di kawasan pemukiman dan sekolah menjadi hal yang mendesak untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Pihak keluarga korban masih dalam keadaan berduka dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama dalam meningkatkan keselamatan anak-anak di jalan raya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *