Surat Terbuka untuk Pelatih Baru Kesebelasan Indonesia, Patrick Kluivert

Coach Patrick Kluivert sejak dini perlu menyadari,  fans sepak bola Indonesia termasuk yang “gila.” Mereka dapat bersikap ekstrim dalam keberpihakan maupun yang objektif. Jika mereka tak suka atau protes, mereka dapat menembus  media sosial pribadi dengan ujaran permusuhan. Bagi yang tak tahan, akan mengalami stress dan bahkan depresi.

 Sebaliknya jika mereka mendukung, selain puja-puji, mereka  juga dapat ikut mempertahankan Anda dengan segenap daya upaya yang luar biasa.

banner 900x250

Lewat uraian ini saya ingin mengingatkan kepada Coach Patrick Kluivert  untuk siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ada. Pengemar sepak bola Indonesia memang terkenal “gila.”  Sukses akan disanjung setinggi langit. Gagal akan dicerca tanpa ampun.

Coach Patrick Kluivert yang terhormat,

Saya ingin mengingatkan, waktu Anda untuk melaksanakan tugas baru pertama di kesebelasan Indonesia teramat sangat singkat. Kata orang, waktunya, cuma dua bulan, padahal sebenarnya tidak lebih dari satu bulan saja.

Baca Juga Berita Ini:  Meluruskan Kembali Makna “Berjamaah”

Setelah Coach   Patrick  datang ke Jakarta 12 Januari lalu, dan tinggal beberapa hari di Indonesia, Coach pulang lagi ke Belanda. Anda bakal datang kembali  ke Indonesia, awal Pebuari nanti. Padahal tanggal 20 Maret Indonesia sudah ditunggu bertanding melawan Autralia di negeri Kangkuru tersebut. Ini berarti kesebelasan Indonesia harus berangkat dari Indonesia ke Australia sekitar seminggu sebelum pertandingan tersebut. Katakanlah sekitar tanggal 12-13 Maret.

Mengikuti alur jadwal ini, Coach sudah harus mulai mengumpulkan pemain untuk mengenal kemampuan, kualitas dan kerjasama pemain tim setidaknya dua minggu sebelum tanggal 12-13 Maret, atau berarti pada awal Maret. Dari sebelum keberangkatan tanggal 12-13 Maret perlu pemahaman strategi dan saling pengertian. Sehebat apapun pemainnya membutuhkan waktu setidaknya seminggu. Maka waktu Anda mulai dari awal Maret itu.

Baca Juga Berita Ini:  Kapitalisme Gagal Lindungi Gizi Rakyat, Sistem Islam Hadir Sebagai Solusi

Ketika Anda datang awal Pebuari, Anda masih harus memilah dan memilih pemain. Tak peduli  pemain “lokal” atau pemain “naturalisasi.” Mungkin itu membutuhkan waktu dua minggu atau sampai pertengahan Pebuari. Itu berarti sesunggunya waktu Anda aktualnya untuk pertandingan pertama hanyalah dua minggu. 

Demikian pula untuk pertandingan kedua, 25 Maret, melawan China, waktunya  semakin sempit. Sehari setelah lawan Autralia, kesebelasan kita harus segera kembali ke Indonesia. Tiba di Indonesia 21, dan latihan ringan 22 Maret. Hanya ada dua hari persiapan melawan Bahrain, pada tanggal 25 sudah harus melawan China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *