Sulap Lahan Tidur Jadi Subur, Resosialisasi Nyata Warga Binaan Lapas Luwuk Tunjukkan Hasil

KABAR BANGGAI  – Mampu memanfaatkan area terbatas, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses mengubah sudut lahan kosong yang sebelumnya tidak terawat di dalam lingkungan Lapas menjadi area perkebunan yang hijau dan produktif.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif para Warga Binaan yang secara konsisten mengaplikasikan keterampilan pertanian mereka, mulai dari pengolahan tanah hingga teknik pemupukan berkala, Senin (03/8).

banner 900x250

Program pemanfaatan area lahan kosong tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian guna memberikan bekal keterampilan nyata bagi para Warga Binaan.

Di bawah bimbingan dan pengawasan petugas, para Warga Binaan mengolah tanah yang semula keras menjadi media tanam subur yang ditanami berbagai jenis komoditas hortikultura, seperti sayuran hijau, cabai, dan tomat.

Salah satu kunci sukses produktivitas kebun ini terletak pada perawatan tanaman yang disiplin, khususnya dalam pemberian nutrisi dan pemupukan secara rutin. Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Luwuk, Kd Dwipa Sukrawan terus mendampingi Warga Binaan untuk memastikan teknik perawatan berjalan optimal.

Baca Juga Berita Ini:  KPU Banggai Kembali Kalah di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar, Harus Terima Putusan Berat

“Kami memberikan pendampingan intensif, mulai dari pemilihan jenis pupuk, penentuan dosis yang tepat, hingga jadwal pemupukan berkala. Dengan perawatan yang telaten, tanaman dapat tumbuh subur meskipun diolah di atas lahan terbatas,” jelas Dwipa.

Keahlian merawat tanaman ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan NS yang terlibat dalam pengelolaan kebun mengaku sangat senang dalam merawat tanaman selama menjalani masa pidana.

“Dulu saya diluar sangat hobi berkebun sayur-sayuran, sekarang di dalam Lapas saya menggeluti kegiatan tersebut dan mendapatkan ilmu tambahan dalam teknik berkebun. Melihat tanaman tumbuh subur dan siap panen memberikan kepuasan tersendiri,” ungkap Warga Binaan NS.

Baca Juga Berita Ini:  PLN Tegaskan Komitmen Penyelesaian Kompensasi Jalur SUTT 150 kV Luwuk–PLTMG Luwuk–Toili Sesuai Koridor Hukum

Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa optimalisasi area terbatas ini merupakan wujud komitmen Lapas dalam mendukung 15 Program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kami memanfaatkan setiap sudut area yang ada agar berdaya guna. Kegiatan ini tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan internal Lapas, tetapi yang paling utama adalah membentuk mental, kedisiplinan, serta memberikan bekal keterampilan produktif bagi Warga Binaan,” ujar Kalapas.

Kini, area yang tadinya terabaikan tersebut telah bertransformasi menjadi sudut hijau produktif yang siap dipanen secara berkala.

Keahlian merawat tanaman dan mengelola lahan yang didapat selama masa pembinaan ini diharapkan menjadi modal keterampilan yang bermanfaat bagi para Warga Binaan saat kembali ke tengah masyarakat kelak. (Ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *