Sinergi Hukum dan Pembangunan, Kejati Sulteng Kawal Program Prioritas Nasional “BERANI” Menuju Indonesia Emas

KABAR BANGGAI – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat R, SH.MH menegaskan komitmen institusinya sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mengawal percepatan pembangunan daerah.

Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas Nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Gubernur Sulteng di Hotel Estrella, Luwuk, pada Senin, 17 November 2025.

Kehadiran Kajati Sulteng menjadi representasi kunci penegakan hukum yang adaptif, berorientasi pada pencegahan, dan mendukung agenda strategis Pemerintah Daerah yang selaras dengan arahan Presiden RI serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2026. Kejaksaan Tinggi hadir tidak hanya sebagai penindak, namun sebagai garda terdepan dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Kegiatan penting ini diawali dengan momentum Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) “Sulteng Satu Data Pertanahan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Tengah.

Inisiatif ini krusial untuk menciptakan basis data pertanahan yang terintegrasi, yang pada gilirannya akan meminimalisir sengketa dan mempercepat proses pembangunan infrastruktur serta program ekonomi di wilayah tersebut.

Agenda Rakor dilanjutkan dengan sesi pemaparan capaian Program Unggulan Gubernur Sulteng yang dikenal dengan akronim “BERANI” oleh para Bupati dan Walikota se-Sulawesi Tengah. Program “BERANI” mencakup lima pilar utama yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat:

  1. BERANI CERDAS: Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan peningkatan kualitas gizi dan kecerdasan generasi muda.
  2. BERANI SEHAT: Melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai akselerasi layanan kesehatan publik.
  3. BERANI SEJAHTERA: Melalui Program Koperasi Merah Putih (KMP) untuk memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  4. Program Sekolah Rakyat (SR): Membuka akses pendidikan alternatif sebagai solusi kesenjangan pendidikan.
  5. BERANI PANEN RAYA: Meliputi Program Ketahanan Pangan dan Inflasi Beras, mendukung stabilitas pasokan pangan melalui pendekatan agrikultur modern.
Baca Juga Berita Ini:  Kakanwil Kemenkum Sulteng Berikan Penguatan Internal: Cegah Korupsi serta Tingkatkan Pelayanan Publik

Pada sesi diskusi yang menjadi inti acara, Kajati Sulteng memaparkan materi penting berjudul Kejaksaan sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Mendukung Asta Cita Presiden. Kajati Nuzul Rahmat R. secara spesifik menyoroti peran strategis Bidang Intelijen serta Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dalam mengawal program-program prioritas nasional yang terintegrasi dengan Program BERANI Sulawesi Tengah.

Kajati Sulteng menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki mandat hukum untuk menjaga tata kelola pemerintahan melalui pengamanan pembangunan. Ini mencakup pengawalan terhadap implementasi Koperasi Merah Putih, serta berbagai program berbasis desa melalui inisiatif Jaga Desa. Melalui sosialisasi hukum dan edukasi, Kejaksaan berupaya memitigasi potensi penyimpangan sejak dini.

Pencapaian Kejaksaan RI dalam mengembalikan Rp 13,255 Triliun ke keuangan negara disoroti sebagai modal penting untuk percepatan pembangunan.

Dana ini, jelas Kajati, berkontribusi signifikan pada pembangunan nasional, seperti 600 Kampung Nelayan, renovasi 8.000 sekolah, serta penguatan pendidikan melalui program Jaksa Masuk Sekolah dan pendampingan Pembangunan Sekolah Rakyat semuanya terintegrasi dengan misi “BERANI CERDAS”.

Baca Juga Berita Ini:  HAKORDIA 2024, Kejati Sulteng Perkuat Sinergi Masyarakat dan Media dalam Pencegahan Korupsi

Di sektor pangan dan ekonomi, Kejaksaan secara aktif mendukung BERANI PANEN RAYA melalui pendampingan hukum untuk kegiatan cetak sawah, monitoring intensif, serta pemberian solusi hukum oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN). Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung secara efektif, transparan, dan akuntabel.

Bidang kesehatan dan perlindungan sosial juga menjadi fokus. Kajati menekankan pentingnya pendampingan hukum Program Makan Bergizi Gratis, integrasi layanan aplikasi kesehatan seperti SEHATI App dengan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), serta kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan layanan masyarakat.

Kajati Sulteng mengakhiri pemaparannya dengan menegaskan komitmen penuh Kejaksaan Tinggi untuk mendukung Asta Cita Presiden dan program BERANI Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Sinergi antar instansi, tata kelola yang berintegritas, dan pengawasan yang kuat menjadi pilar utama upaya bersama ini, sebagai bagian tak terpisahkan dari visi besar menuju Indonesia Emas.

Melalui Rakor ini, Kejati Sulteng menegaskan kesiapan institusinya untuk terus bersinergi melalui penguatan pendampingan hukum, optimalisasi intelijen penegakan hukum, dan dukungan terhadap setiap kebijakan pembangunan daerah yang berasaskan kebermanfaatan bagi masyarakat. ( Humas Kejati Sulteng) **

Editor : Imam    Penerbit : kabarbanggai.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *