Sehat di Balik Jeruji: Lapas Luwuk Uji Kualitas Air dan Makanan Warga Binaan

KABAR BANGGAI – Guna menjamin standar kesehatan dan kelayakan konsumsi bagi para Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk melakukan langkah aktif dengan menggandeng tim laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai. Kerja sama ini difokuskan pada pengujian kualitas air dan sampel makanan yang dikelola oleh dapur Lapas Luwuk, Selasa (7/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian teknis guna memperoleh Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS). Petugas laboratorium dari Dinas Kesehatan tampak menyisir area dapur untuk mengambil sampel air bersih, bahan makanan mentah, hingga makanan yang telah siap disajikan kepada warga binaan.

banner 900x250 banner 900x250

Proses pengambilan sampel dilakukan secara mendetail untuk memastikan tidak adanya kontaminasi bakteriologis maupun zat kimia berbahaya. Sampel-sampel tersebut kemudian akan dibawa ke laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai untuk dilakukan pengujian secara komprehensif.

Baca Juga Berita Ini:  Melampaui Target! Hanya Sebulan, Lapas Luwuk Sumbang Setengah Ton Sayuran, Merajut Asa Baru Lewat Pembinaan Mandiri

“Langkah ini adalah bentuk transparansi dan komitmen kami dalam memberikan layanan pemberian makan yang sesuai dengan standar kesehatan. Kami ingin memastikan bahwa apa yang dikonsumsi oleh Warga Binaan benar-benar higienis dan aman,” ujar Dian Kasubsi Perawatan Narapidana dan A/D Lapas Luwuk di sela-sela kegiatan.

Penerbitan Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi target utama dari kegiatan ini. Sertifikat tersebut merupakan bukti legalitas bahwa dapur Lapas Luwuk telah memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, baik dari segi infrastruktur dapur, tata cara pengolahan, hingga kualitas akhir hidangan.

Pihak Dinkes Banggai mengapresiasi keterbukaan Lapas Luwuk dalam menjaga kualitas sanitasi. Penilaian tidak hanya terpaku pada hasil laboratorium, tetapi juga meliputi pemeriksaan kebersihan sarana prasarana dapur serta personal hygiene para petugas dapur dan Warga Binaan yang membantu proses memasak.

Baca Juga Berita Ini:  Kantor Imigrasi Banggai Tegaskan Tolak Gratifikasi

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa pemenuhan hak atas makanan yang layak adalah prioritas dalam pelayanan publik di lingkungan Pemasyarakatan. Dengan adanya uji kualitas secara berkala, diharapkan derajat kesehatan Warga Binaan tetap terjaga sehingga mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan optimal.

“Dengan dukungan Dinas Kesehatan Banggai, kami terus berupaya meningkatkan mutu dapur kami. Jika kualitas air dan makanan sudah teruji secara klinis, maka risiko penyakit yang bersumber dari makanan dapat kita tekan sekecil mungkin,” pungkasnya.

Melalui sinergi antar-instansi ini, Lapas Luwuk optimis dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna sekaligus memperkuat standar mutu operasional di lingkup Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *