Sanksi Inovatif: Kepala KPLP Luwuk Didik Warga Binaan Peduli Lingkungan”

KABAR BANGGAI – Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan serta kesadaran lingkungan di lingkungan warga binaan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Luwuk, Andi Abd. Muis, melakukan pembinaan dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, Selasa (13/08). 

Salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan adalah pengumpulan puntung rokok dan donasi limbah plastik sebagai sanksi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang melakukan pelanggaran ringan.

banner 900x250 banner 900x250

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk teguran, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. 

Dengan melibatkan warga binaan secara aktif dalam proses pengumpulan tersebut, diharapkan mereka dapat memahami dampak negatif dari perilaku yang kurang bertanggung jawab serta merasa memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui pendekatan ini, Kepala Kesatuan Pengamanan (Ka.KPLP) mengajak warga binaan untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. 

Baca Juga Berita Ini:  Wajah Baru dan Semangat Baru, Kemenag Banggai Rayakan HAB ke-80 Dengan Peresmian Kantor Megah

Program pembinaan ini juga menjadi wujud komitmen yang digaungkan Kalapas Kelas IIB Luwuk untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif bagi proses pembinaan lebih lanjut.

Warga Binaan Lapas Luwuk menyatakan bahwa kegiatan bersih-bersih lingkungan dan penegakan sanksi lingkungan memberikan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. 

Mereka merasa terbantu untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab atas perilaku mereka selama menjalani pidana. 

Beberapa warga binaan mengungkapkan bahwa sanksi tersebut tidak semata berupa hukuman, namun juga sebagai bentuk edukasi yang membuat mereka sadar akan dampak positif menjaga lingkungannya.

Kalapas, Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa pembinaan dengan pendekatan berwawasan lingkungan sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kedisiplinan serta kesadaran warga binaan. 

Baca Juga Berita Ini:  "Lapas Luwuk Gelar Gerakan Pemasyarakatan Sehat, Warga Binaan Antusias"

Ia menekankan bahwa metode ini tidak semata memberikan sanksi, tapi juga edukasi dan pembentukan karakter yang berkelanjutan. 

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah perilaku warga binaan dari negatif menjadi positif, sehingga setelah menjalani masa pidana dapat menjadi individu yang bermanfaat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan respon positif atas inisiatif tersebut. 

Menurut beliau, penerapan sanksi yang inovatif seperti ini sangat tepat dan sejalan dengan visi pembinaan yang humanis dan berwawasan lingkungan. 

Ia menekankan bahwa langkah tersebut tidak hanya mengedukasi warga binaan tetapi juga membantu menciptakan Lapas yang bersih, sehat, dan tertib. Red/Humas-LPLuwuk **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *