KABAR BANGGAI – Dalam upaya memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah Sulawesi Tengah, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai menghadiri Rapat Tim Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing, serta Tim Forum Kewaspadaan Dini Daerah (FKDD) Kabupaten Morowali. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 22 April 2025, bertempat di Resto Ba’a, dan diinisiasi oleh Tim FKDD Kabupaten Morowali.
Acara ini dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Morowali, di antaranya Sekretaris Daerah Drs. Yusman Mahbuk yang hadir mewakili Bupati Morowali, Ketua DPRD, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kepala Instansi Vertikal, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait lainnya.
Rapat dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas keamanan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Morowali.

Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi dan kerja sama lintas sektoral menjadi kunci dalam menghadapi dinamika sosial, terutama terkait keberadaan warga negara asing di daerah.
Salah satu agenda utama rapat ini adalah pembahasan perkembangan keberadaan orang asing dan organisasi masyarakat asing di Kabupaten Morowali. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai, Yusva Aditya, melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Rudie Ticoalu, memaparkan secara rinci mengenai tugas dan fungsi Imigrasi dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas orang asing.
Dalam paparannya, Rudie Ticoalu juga memperkenalkan inovasi layanan keimigrasian berbasis digital berupa website layanan data keimigrasian.
Website ini dirancang untuk memudahkan instansi dan stakeholder terkait dalam mengakses informasi yang akurat dan up-to-date mengenai keberadaan orang asing. Ia juga menjelaskan mekanisme permohonan data keimigrasian yang dapat diakses secara resmi oleh pihak yang berkepentingan.
Selain membahas isu orang asing, rapat ini turut mengangkat berbagai persoalan lokal yang menjadi perhatian bersama, seperti kerawanan sosial, ketertiban umum, serta potensi konflik yang perlu diantisipasi sejak dini.
Rapat berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta aktif memberikan masukan, berbagi pengalaman, serta menawarkan solusi atas permasalahan yang ada.
Kolaborasi ide dan sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dalam menangani berbagai persoalan strategis di Kabupaten Morowali.
Kegiatan koordinasi ini berjalan lancar dan produktif. Ke depan, diharapkan hasil dari pertemuan ini mampu memperkuat sistem kewaspadaan dini daerah, meningkatkan efektivitas pengawasan orang asing, serta membangun lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Morowali.**







