Peringati Minggu Sengsara ke-VII, Lapas Luwuk Gelar Ibadah untuk 64 WBP Nasrani

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), melalui kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi para narapidana beragama Nasrani.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk ibadah Minggu yang dilaksanakan di Gereja El-Roy, yang berada di dalam area Lapas Luwuk, pada Minggu (13/4) pagi, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WITA.

Ibadah kali ini terasa lebih istimewa karena juga bertepatan dengan peringatan Minggu Sengsara ke-VII dalam kalender gerejawi. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Lapas Luwuk dengan Gereja Gloria Sintuwu Maroso Luwuk, serta Sinode Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB). Sebanyak 64 orang WBP Nasrani mengikuti ibadah tersebut dengan penuh rasa khidmat dan kekhusyukan.

Pelayanan mimbar dalam ibadah ini dibawakan oleh Pendeta Atmus Lagalu, S.PAK, yang merupakan Pendeta Pelayan Jemaat Bukit Moria Luwuk (GKLB). Dalam khotbahnya, Pdt. Atmus mengangkat tema “Memahami Penderitaan dan Kesengsaraan Kristus,” yang merujuk pada pembacaan Alkitab dari 2 Korintus 1:3-11.

Baca Juga Berita Ini:  MK Disodori Bukti Kecurangan Pilkada Banggai, Paslon 03 Tuding Petahana Salahgunakan Program Daerah

Dalam pesan rohaninya, ia mengajak para WBP untuk merenungkan makna penderitaan Yesus Kristus sebagai bentuk kasih dan pengorbanan yang besar, serta mengajak mereka untuk menjadikan pengalaman hidup, termasuk masa pembinaan di Lapas, sebagai bagian dari proses pemurnian iman dan pertobatan diri.

Kegiatan ibadah ini juga turut dipantau dan didampingi oleh sejumlah petugas Lapas Luwuk yang beragama Nasrani, antara lain Dian Angeli Dee, Lonaike Sunang, Jonny Rombot, dan Reyvaldo Budiman.

Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendamping rohani yang mendukung proses pembinaan mental para WBP.

Tim Majelis dari GKLB yang turut hadir dalam pelayanan ini terdiri dari Pnt. Alfrida Gogali, Pnt. Sri Lastarija Djamei, dan Pnt. Lian Mbonohu.

Baca Juga Berita Ini:  Simulasi Akreditasi Klinik Lapas Luwuk: Komitmen Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Warga Binaan

Sementara itu, iringan musik dalam ibadah dipercayakan kepada Bapak Sony Basare sebagai pianis, yang menambah suasana ibadah menjadi lebih hidup dan menyentuh.

Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Para WBP terlihat sangat antusias dan terlibat aktif dalam setiap rangkaian ibadah, mulai dari pujian, doa, hingga penyampaian firman Tuhan.

Melalui kegiatan seperti ini, pihak Lapas berharap agar pembinaan keagamaan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral para WBP. Iman yang kokoh dan karakter positif diharapkan tumbuh dalam diri mereka sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan adalah bagian penting dari upaya rehabilitasi narapidana, yang tidak hanya fokus pada aspek hukum dan keamanan, tetapi juga pembentukan mental dan spiritual yang berkelanjutan. Red/Humas-LPLuwuk **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *