Peringati Hari Lahir Pancasila, Pegawai dan Warga Binaan Lapas Luwuk Perkuat Persatuan

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar upacara bendera dalam memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6). 

Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama Lapas Luwuk ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural, staf pegawai, serta perwakilan Warga Binaan dengan penuh khidmat.

banner 900x250

Bertindak sebagai inspektur upacara, Plh. Kepala Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis memimpin jalannya prosesi yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA. 

Peringatan tahun ini mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, termasuk di lingkungan Pemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Andi Abdul Muis membacakan pidato seragam yang menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar fondasi negara, melainkan petunjuk hidup yang harus diimplementasikan oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. 

Ia juga mengajak seluruh pegawai dan Warga Binaan untuk menjadikan momentum ini sebagai pemersatu.

Baca Juga Berita Ini:  Kalapas Luwuk Beri Penghargaan Pegawai Teladan Bulan Oktober

“Pancasila mengajarkan kita tentang kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Di tempat ini, kita belajar untuk saling menghargai perbedaan dan bersama-sama berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik. 

Mari kita perkuat persatuan, baik antarpetugas maupun sesama Warga Binaan,” ujar Andi dalam arahannya.

Suasana upacara berlangsung tertib dan nasionalis. Puluhan Warga Binaan yang hadir tampak larut dalam kekhidmatan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan bendera Merah Putih dikibarkan.

Makna persatuan ini juga dirasakan langsung oleh para Warga Binaan yang mengikuti jalannya upacara. Salah seorang Warga Binaan, sebut saja Sardin (34), mengungkapkan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila ini menjadi refleksi besar bagi dirinya selama menjalani masa pembinaan.

Baca Juga Berita Ini:  Wujudkan Pelajar Pelopor, Satlantas Banggai Edukasi Siswa SMKN 1 Luwuk

“Upacara hari ini mengingatkan kami bahwa meskipun kami sedang berada di dalam Lapas, kami tetap bagian dari bangsa Indonesia. Nilai gotong royong dan saling menghargai sangat kami rasakan di sini. 

Kami ingin membuktikan bahwa dari balik jeruji besi pun, kami bisa kompak menjaga kedamaian dan siap menjadi warga negara yang lebih baik saat bebas nanti,” ungkap Sardin setelah upacara selesai.

Pihak Lapas berharap, pembudayaan nilai-nilai Pancasila di dalam Lapas dapat menjadi modal sosial yang kuat bagi Warga Binaan ketika nanti kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan upacara bendera ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa Indonesia, serta foto bersama seluruh jajaran pegawai Lapas Luwuk. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *