Pendalaman NDP : Konflik Sosial dan Relasi Umat Beragama,Perspektif NDP HMI Dalam Membangun Toleransi

Oleh  :  Hendra DG Tiro

KABAR BANGGAI  –  Konflik sosial yang berbasis agama masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sejarah mencatat berbagai insiden konflik horizontal yang terjadi akibat ketidakpahaman dan fanatisme dalam beragama.

Kasus seperti konflik Poso dan Ambon menjadi bukti bagaimana gesekan antarumat beragama dapat memicu ketegangan yang berkepanjangan. Dalam konteks ini, pendekatan yang menekankan pada toleransi dan keterbukaan menjadi kunci utama dalam menciptakan keharmonisan sosial.Senin 24/2/2025.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melalui Nilai Dasar Perjuangan (NDP) menegaskan pentingnya sikap kritis dan rasional dalam menghadapi perbedaan.

NDP HMI memberikan kerangka berpikir yang menstimulasi kader untuk tidak hanya memahami agamanya secara mendalam tetapi juga membangun jembatan komunikasi dengan umat beragama lain.

Dalam ajaran NDP, Islam dipahami sebagai rahmatan lil ‘alamin yang berarti membawa keberkahan bagi seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang agama.

Pentingnya sikap toleransi dalam keberagaman ini bukan hanya soal menghargai keyakinan orang lain, tetapi juga bagaimana membangun dialog yang produktif dalam kehidupan sosial.

Baca Juga Berita Ini:  Pajak untuk Rakyat Kecil, Mobil Mewah untuk Pejabat

Konflik yang sering kali terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman serta adanya sikap eksklusif dalam beragama. Oleh karena itu, pendidikan yang berbasis inklusivitas harus menjadi prioritas dalam membentuk karakter masyarakat yang lebih terbuka.

Dalam praktiknya, HMI telah berperan aktif dalam membangun toleransi dengan berbagai program yang menekankan pada diskusi lintas agama, kajian sosial keagamaan, serta gerakan sosial yang mengedepankan kerja sama lintas komunitas. Pendekatan ini selaras dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan keadilan dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, faktor ekonomi juga sering menjadi pemicu konflik sosial. Ketimpangan ekonomi yang tajam dapat memperburuk ketegangan antar kelompok masyarakat.

Islam telah memberikan solusi dalam bentuk zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang bersifat sukarela. Dengan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemerataan kesejahteraan, maka konflik yang berbasis ekonomi dapat diminimalisir.

Baca Juga Berita Ini:  Seruan Dukungan Bagi Partisipasi Taiwan Dalam ICAO

Sebagai organisasi yang berperan dalam mencetak intelektual Muslim, HMI harus terus mengedepankan peran strategisnya dalam membangun harmoni sosial.

Nilai-nilai NDP yang menekankan sikap akademis, pencipta, dan pengabdi harus diterapkan dalam kehidupan sosial agar toleransi bukan hanya menjadi wacana, tetapi juga tindakan nyata.

Pemerintah dan organisasi masyarakat lainnya juga harus ikut serta dalam memperkuat infrastruktur dialog dan membangun kebijakan yang menjamin hak beragama secara adil. Dengan demikian, Indonesia dapat terus menjadi negara yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan dalam keberagaman.

Membangun harmoni dalam relasi antarumat beragama bukanlah pekerjaan mudah, tetapi dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama dari kalangan intelektual muda seperti kader HMI, maka cita-cita masyarakat yang damai dan inklusif dapat terwujud. NDP HMI memberikan arah yang jelas dalam memperjuangkan keadilan dan toleransi, dan sudah seharusnya nilai-nilai ini menjadi pegangan dalam kehidupan sosial di Indonesia.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *