KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berinovasi dalam program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah memasarkan produk peci rajut hasil kreativitas WBP di RHP Muslim Store Luwuk. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Taufiq, S.A.P., pada Selasa (04/02/2025).
Pemasaran peci rajut ini merupakan bagian dari strategi Lapas Kelas IIB Luwuk untuk menjadikan lembaga pemasyarakatan lebih produktif dan bermanfaat bagi peningkatan keterampilan serta kemandirian Warga Binaan. Langkah ini juga sejalan dengan 17 program prioritas Presiden Republik Indonesia, yang salah satunya adalah peningkatan kompetensi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Taufiq menjelaskan bahwa produk peci rajut ini merupakan hasil kreativitas dan kerja keras para WBP. Tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga berpotensi untuk menembus pasar yang lebih luas.

“Produk peci rajut yang dibuat oleh para narapidana menunjukkan kreativitas dan potensi mereka dalam menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki peluang pasar,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar bentuk pembinaan keterampilan, tetapi juga berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan adanya pemasaran produk hasil WBP, diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi mereka ketika kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.
Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Efendi Wahyudi, A.Md.I.P., S.Sos., M.Si., menyampaikan harapannya agar produk buatan WBP ini dapat bersaing di pasar dan memberikan manfaat dalam proses pembinaan mereka.
“Pemasaran di RHP Muslim Store ini berjalan dengan baik. Kami berharap produk ini terus berkembang dan dapat memberikan pengalaman berharga bagi Warga Binaan, khususnya dalam memahami dunia usaha serta meningkatkan keterampilan mereka,” jelas Efendi.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mencari peluang pemasaran baru agar produk-produk buatan WBP semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.
Langkah inovatif yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIB Luwuk mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, A.Md.I.P., S.Sos., M.A.
“Inisiatif ini sejalan dengan program pembinaan kemandirian yang menjadi fokus kami di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dengan memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan dan memasarkan hasil kreativitas mereka, kami berharap mereka dapat memperoleh pengalaman berharga yang akan berguna ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkapnya.
Bagus juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak agar produk WBP dapat memiliki pangsa pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami mengharapkan adanya dukungan dari masyarakat serta berbagai pihak agar produk buatan Warga Binaan ini semakin dikenal dan berkembang.
Pada akhirnya, keberhasilan mereka adalah bagian dari keberhasilan kita bersama dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih produktif dan humanis,” pungkasnya.
Dengan adanya inisiatif pemasaran produk peci rajut di RHP Muslim Store, Lapas Kelas IIB Luwuk semakin menunjukkan komitmennya dalam membina Warga Binaan agar lebih mandiri dan memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan dan kewirausahaan. . Red/Humas-LPLuwuk **







