KABAR BANGGAI – Warga Kelurahan Puge, Kecamatan Luwuk Selatan, kembali mengeluhkan minimnya pasokan air bersih di kawasan mereka, terutama di sekitar Masjid Darul Ikhlas. Jum,at 27 Desember 2024.
Meskipun pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengklaim bahwa air sudah mengalir, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Pada siang hari, air sama sekali tidak keluar dari keran. Kondisi ini sudah berlangsung selama lebih dari empat hari.
Masjid Darul Ikhlas, yang menjadi pusat ibadah warga, turut terdampak parah. Pada hari Jumat, saat umat Islam hendak melaksanakan shalat Jumat, tidak ada air mengalir untuk wudhu.

“Ini sangat menyulitkan kami. Sebagai imam masjid, saya sangat prihatin karena jamaah harus mencari air dari tempat lain hanya untuk bersuci,” ungkap Ustad Marwin Ales, imam Masjid Darul Ikhlas.
Ketiadaan air ini menimbulkan spekulasi di kalangan warga. Apakah ini disebabkan oleh jaringan pipa yang tersumbat atau debit air yang terlalu kecil? Hingga kini, belum ada kejelasan dari pihak PDAM terkait penyebab masalah tersebut. Warga berharap PDAM segera turun tangan dan melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Kami tidak meminta hal yang berlebihan, hanya ingin pelayanan air kembali normal. Air adalah kebutuhan dasar, apalagi untuk masjid. Haruskah kami menunggu hingga masalah ini viral dulu baru ada tindakan?” sindir salah satu warga setempat.
Keluhan ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi PDAM. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas distribusi air bersih, tindakan cepat dan tanggap sangat dinantikan.
Jangan sampai minimnya pasokan air di Puge ini menjadi cerminan buruk manajemen PDAM yang kurang profesional. Warga berharap, ke depannya, ada langkah nyata agar permasalahan serupa tidak terulang.
Kini, bola berada di tangan PDAM. Apakah mereka akan bergerak cepat atau terus membiarkan keluhan warga dan masjid ini mengalir seperti air yang tak kunjung tiba? Warga Puge menunggu jawaban. (MAM) **







