Panen Selada Warga Binaan Lapas Luwuk Tembus Pasar Tradisional Simpong

KABAR BANGGAI –  Hasil pembinaan kemandirian di bidang pertanian kembali menunjukkan hasil positif. Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk melaksanakan panen selada sebanyak 90 bungkus pada Sabtu (10/10), yang langsung dipasarkan melalui Pasar Tradisional Simpong dan ruang kunjungan Lapas Luwuk.

Dari total hasil panen tersebut, sebanyak 83 bungkus selada disalurkan untuk dipasarkan di Pasar Tradisional Simpong, sementara 7 bungkus lainnya dijual di ruang kunjungan Lapas Luwuk. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan hasil pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki jalur pemasaran yang nyata.

banner 900x250

Kegiatan panen dan pemasaran ini melibatkan Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian. Melalui keterlibatan langsung dalam proses budidaya hingga pemasaran, Warga Binaan mendapatkan pengalaman praktis dalam mengelola hasil pertanian, menjaga kualitas produk, serta memahami proses distribusi dan penjualan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial M yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengungkapkan rasa bangganya atas hasil panen yang dapat dipasarkan secara langsung.

Baca Juga Berita Ini:  Penuhi Hak Kemanusiaan, Lapas Luwuk Fasilitasi Warga Binaan Hadiri Pemakaman Orang Tercinta

“Rasanya bangga dan senang bisa melihat hasil panen dari perawatan kami sendiri sampai bisa dijual. Di sini kami belajar kalau bertani itu perlu telaten jaga kualitas hasilnya supaya diterima pasar. Harapan kami, keterampilan ini betul-betul bisa jadi bekal hidup saat kami kembali ke masyarakat nanti,” tuturnya.

Respons positif juga datang dari pedagang di Pasar Tradisional Simpong. Mak Wati, salah seorang pedagang yang menjadi bagian dari pemasaran hasil pertanian Lapas Luwuk, menyampaikan bahwa produk sayuran segar memiliki peluang untuk terus dipasarkan apabila kualitas dan ketersediaannya terjaga.

“Kalau sayurannya segar dan kualitasnya bagus, tentu bisa dipasarkan kepada pembeli. Kami berharap hasil pertanian dari Lapas Luwuk bisa terus tersedia sehingga masyarakat juga punya pilihan untuk mendapatkan sayuran segar,” ujar Mak Wati.

Sementara itu Kalapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa kegiatan panen selada ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Luwuk dalam memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui sektor pertanian yang produktif dan berorientasi pada pemasaran.

Baca Juga Berita Ini:  Kakanwil Ditjenpas Sulteng Apresiasi Inovasi Lapas Luwuk Terapkan Sistem Money Cashless Bagi Warga Binaan

“Bagi kami, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari berapa banyak hasil pertanian yang dipanen, tetapi juga dari sejauh mana hasil tersebut dapat dipasarkan dan memberikan nilai manfaat. Hari ini, 90 bungkus selada berhasil dipanen, dengan 83 bungkus dipasarkan melalui Pasar Tradisional Simpong dan 7 bungkus melalui ruang kunjungan. Ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem pembinaan yang produktif, mulai dari proses budidaya, panen, hingga pemasaran,” ungkap Bahrun.

Ia juga menambahkan bahwa program pertanian di dalam Lapas diharapkan mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang aplikatif, menumbuhkan etos kerja, serta membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui kegiatan ini, Lapas Luwuk terus mendorong pengembangan program pembinaan kemandirian yang tidak berhenti di lahan pertanian, tetapi berlanjut hingga produk dapat menjangkau pasar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Mj)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *