KABAR BANGGAI – Di tengah deru kemarau panjang yang mengeringkan sumur dan merontokkan harapan para petani, ratusan warga Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berkumpul dalam satu ikhtiar spiritual. Bertempat di halaman Masjid Agung An-Nur Luwuk, masyarakat bersama para ulama dan tokoh agama dengan khusyuk melaksanakan Shalat Istisqo salat sunnah berjamaah untuk memohon turunnya hujan dari Sang Pencipta, Sabtu 10 Oktober 2026.
Pelaksanaan ibadah massal ini dipimpin oleh KH. Jazuli Jamaluddin selaku imam, sementara khotbah mendalam disampaikan oleh Dr. KH. Muhammad Muadz, Lc., M.H.I. Suasana haru dan kekhusyukan tampak menyelimuti saf-saf jemaah yang menengadahkan tangan, mengakui segala keterbatasan diri di hadapan Sang Maha Kuasa.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Drs. KH. Suardi Kandjai, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan kembali esensi dari musibah kekeringan yang sedang melanda.

Menurutnya, sehebat apapun teknologi modern yang diciptakan manusia mulai dari menggali sumur bor hingga membangun bendungan raksasa manusia tetap tidak memiliki kuasa untuk memerintahkan setetes air pun turun dari langit.
“Ketika ikhtiar manusia telah dilakukan, jangan pernah menutup pintu harapan kepada Allah SWT,” tegas Suardi di hadapan para jemaah.
Ia mengutip firman Allah SWT yang bermakna bahwa Dialah yang menurunkan hujan setelah manusia berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya sebagai Maha Pelindung.
Suardi menambahkan, keringnya tanah dan layunya tanaman sejatinya menjadi refleksi bagi hati manusia agar tidak kehilangan kesuburan iman dan kepedulian sosial.
Sementara itu, dalam khotbahnya yang menggugah jiwa, Dr. KH. Muhammad Muadz menekankan bahwa kunci utama untuk keluar dari segala penderitaan dan ujian hidup adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Taqwalah yang akan menjaga kita dari rasa tidak aman, menyelamatkan kita dari segala bala dan bencana, serta melindungi kita dari ujian kehidupan,” ujar Muadz.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tugas utama seorang mukmin dalam menjalani hari-hari di muka bumi adalah menegakkan tauhid dan beribadah. Ibadah tersebut, kata beliau, memiliki spektrum yang luas dan tidak hanya terbatas pada ibadah fisik seperti shalat yang baru saja dikerjakan: Ibadah Jasadiah: Ibadah yang melibatkan fisik dan badan (seperti salat Istisqo),Ibadah Qalbiah: Ibadah keyakinan, bermunajat, dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT,Ibadah Maliah: Ibadah dengan mendermakan harta benda bagi sesama yang membutuhkan dan Ibadah Qauliah: Ibadah melalui lisan berupa doa, zikir, dan membaca ayat suci Al-Qur’an. ( Imam) **






