Panen Sawi Hidroponik, Lapas Luwuk Cetak Warga Binaan Mandiri

KABAR  BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui budidaya hidroponik. Kali ini, warga binaan berhasil memanen  sawi yang dibudidayakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Luwuk dengan menerapkan sistem pertanian modern berbasis hidroponik. Sabtu, 25 Juli 2026

Panen tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, di mana warga binaan terlibat langsung dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari penyemaian benih, pencampuran nutrisi, pemindahan bibit, perawatan tanaman hingga proses panen.

banner 900x250

Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil panen juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Feldianto, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bukti nyata komitmen Lapas Luwuk dalam memberikan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan.

Baca Juga Berita Ini:  Kasat Lantas Banggai Dukung Penuh “Mods My Day 2025”, Ingatkan Pentingnya Keselamatan Berlalu Lintas

“Keberhasilan panen sawi ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Melalui budidaya hidroponik, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan di bidang pertanian modern, tetapi juga membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja.

Bekal ini diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Feldianto.

Salah seorang Warga Binaan berinisial M yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku bangga dapat ikut serta menghasilkan panen yang memuaskan.

Saya merasa senang karena bisa belajar cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Awalnya saya tidak memahami tekniknya, tetapi berkat bimbingan petugas akhirnya kami bisa menghasilkan panen yang baik. Ilmu ini sangat bermanfaat dan ingin saya kembangkan ketika sudah bebas nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Luwuk selaku petugas pendamping, Heru Cahyoni menjelaskan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil dari pendampingan yang dilakukan secara konsisten kepada Warga Binaan.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Gelar Tarawih dan Tadarus, WBP Dapatkan Pembinaan Keagamaan di Bulan Ramadhan

“Pembinaan ini menitikberatkan pada praktik langsung sehingga warga binaan memahami setiap tahapan budidaya hidroponik.

 Kami terus memberikan pendampingan mulai dari penyemaian hingga panen agar mereka memiliki keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan.

Keberhasilan panen sawi menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui program budidaya hidroponik modern, Lapas Kelas IIB Luwuk terus memperkuat pembinaan kemandirian sebagai bagian dari pelaksanaan sistem pemasyarakatan.

Program ini diharapkan mampu mencetak warga binaan yang memiliki keterampilan, produktif, serta siap berintegrasi kembali dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya. (Humas Lapas Luwuk) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *