Mengenal Kusta Lebih Dekat, Lapas Luwuk Berikan Sosialisasi Kepada Warga Binaan

KABAR BANGGAI – Kesehatan Warga Binaan menjadi prioritas utama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk. Sebagai langkah nyata dalam mencegah penyebaran penyakit menular, Lapas Luwuk bersama dengan Puskesmas Simpong menggelar kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan penyakit Kusta bagi seluruh Warga Binaan, Rabu (6/5).

Kegiatan ini diawali dengan proses skrining menyeluruh untuk memetakan kondisi kesehatan awal Warga Binaan. Setelah tahap skrining, tim medis melakukan pengecekan fisik secara mendalam guna mendeteksi tanda-tanda klinis penyakit kusta, seperti bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mati rasa.

banner 900x250

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus upaya memutus mata rantai penularan di lingkungan hunian.

“Kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan mendapatkan hak kesehatan yang layak. Melalui skrining dan pengecekan langsung ini, kita bisa mengambil tindakan cepat jika ditemukan gejala awal,” ujar Bahrun.

Baca Juga Berita Ini:  Cabjari Pagimana Tahan Tersangka Satu Lagi, Kasus Korupsi APBDes Desa Siuna

Dalam kesempatan yang sama, salah satu perwakilan dari Tim medis, dr. Andry yang hadir sebagai mitra kesehatan memberikan apresiasi atas langkah preventif yang diambil oleh pihak Lapas Luwuk.

“Penyakit kusta seringkali terlambat dideteksi karena kurangnya pemahaman masyarakat. Melalui skrining dan pemberian obat pencegahan (profilaksis) hari ini, kami berharap dapat memberikan perlindungan maksimal bagi Warga Binaan. Kusta bisa disembuhkan secara total asalkan ditemukan sejak dini dan diobati secara rutin,” ungkap dr. Andry.

Pihak Puskesmas Simpong juga menekankan bahwa pemberian obat pencegahan merupakan langkah medis yang aman dan sangat efektif untuk menekan angka kasus baru di lingkungan yang berinteraksi erat seperti di dalam blok hunian.

Baca Juga Berita Ini:  BPJS Kesehatan Luncurkan New REHAB 2.0, Cicilan Iuran Lebih Fleksibel !

Lebih lanjut, tim medis menjelaskan bahwa manfaat lain dari sosialisasi ini adalah meningkatkan angka keberhasilan pengobatan (cure rate) di wilayah Luwuk, karena Warga Binaan yang teredukasi akan menjadi agen informasi bagi rekan-rekan mereka di dalam blok.

Antusiasme Warga Binaan terlihat aktif selama sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang mulai memahami bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan, melainkan penyakit medis yang bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Lapas Luwuk berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sejalan dengan semangat pembangunan Zona Integritas dalam memberikan pelayanan Prima, termasuk di bidang perawatan kesehatan bagi Warga Binaan. (Humas Lapas Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *