Meluruskan Kembali Makna “Berjamaah”

Dalam konteks pendidikan dan dakwah, penyalahgunaan istilah berjamaah dapat menyesatkan generasi muda. Mereka bisa menganggap bahwa semua bentuk kebersamaan memiliki legitimasi moral, padahal Islam dengan tegas membatasi bahwa berjamaah harus dalam kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar, dan ketaatan kepada Allah.

Media massa, sebagai instrumen pembentuk opini publik memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga akurasi bahasa. Penggunaan istilah seperti “korupsi berjamaah” semestinya dikaji ulang.

banner 900x250

Istilah itu perlu diganti dengan padanan yang lebih tepat, misalnya “korupsi sistemik”, “kejahatan kolektif”, atau “tindak pidana terorganisasi”. Dengan demikian, istilah berjamaah tidak kehilangan kesakralannya dalam konteks Islam.

Selain media, para ulama, akademisi, dan pendidik juga memiliki peran penting. Mereka harus aktif menjelaskan kepada masyarakat tentang hakikat berjamaah dalam Islam, baik melalui mimbar khutbah, diskusi, maupun pendidikan formal. Pemurnian makna ini tak cukup dilakukan sekali-sekali, tapi harus menjadi gerakan literasi bahasa dan agama secara berkelanjutan.

Baca Juga Berita Ini:  Pajak Yang Kolonial, Rakyat Yang Tertindas. Dari Pati Hingga Banggai

Oleh karena itu, makna berjamaah harus dikembalikan kepada pemahaman yang benar. Jamaah yang benar adalah jamaah yang menegakkan keadilan, membangun kesatuan yang bermakna, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Umat Islam sudah saatnya kembali kepada makna berjamaah yang sesungguhnya, yakni kebersamaan dalam ketaatan kepada Allah. Istilah berjamaah harus kembali menjadi simbol persatuan umat dalam ibadah dan kemaslahatan, bukan alat untuk membenarkan perilaku menyimpang.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 103: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai berai.” Ayat ini menunjukkan pentingnya persatuan yang hakiki dibawah tuntunan agama, bukan sekadar kebersamaan fisik tanpa arah moral.

Baca Juga Berita Ini:  “Taiwan Travel Fair” di Jakarta Tampilkan Pesona Romantis Pariwisata Taiwan

Meluruskan makna berjamaah bukan hanya soal mengoreksi penggunaan istilah, tetapi bagaimana membangun kembali kesadaran bahwa berjamaah adalah syariat yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya kepada umat Islam untuk hidup bersatu dibawah seorang Imaam (pimpinan) yang kemudian diamalkan oleh para sahabat, Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyyin.

Berjamaah adalah kekuatan utama umat Islam. Bila digunakan dan dipahami dengan benar, ia menjadi fondasi kebangkitan spiritual, sosial, dan peradaban. Tetapi bila disalahgunakan, ia bisa berubah menjadi legitimasi bagi perilaku menyimpang yang menghancurkan nilai-nilai keadaban umat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *