Melepas Rindu di Hari Raya: Begini Momen Hangat Besukan Idul Adha di Lapas Luwuk

KABAR BANGGAI – Suasana Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan berkumpul bersama keluarga tercinta. Namun, bagi para Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, momen tersebut harus dilewati di balik jeruji besi. 

Meski demikian, dinding pembatas tak menyurutkan kehangatan silaturahmi saat pihak Lapas membuka layanan kunjungan khusus hari raya, Kamis (28/5).

banner 900x250

Sejak pagi hari, area ruang kunjungan Lapas Luwuk tampak berbeda dari hari biasanya. 

Aroma opor ayam dan ketupat yang dibawa oleh para keluarga pengunjung menyeruak, membaur dengan riuh rendah suara obrolan dan tawa yang sesekali diselingi isak tangis haru.

Begitu pintu kunjungan dibuka, pelukan hangat langsung menyambut para Warga Binaan, sementara yang lain sibuk menggendong anak-anak mereka yang sudah lama tidak ditemui.

Pihak Lapas Luwuk sengaja memberikan kebijakan khusus selama momen Idul Adha dengan membuka dua hari layanan tatap muka yang perharinya membuka dua sesi untuk semua Warga Binaan. 

Baca Juga Berita Ini:  "Penuh Haru dan Kebersamaan, Lapas Luwuk Gelar Perpisahan untuk Peserta Magang Batch II”

Terlihat  para pengunjung lebih banyak membawa makanan, khususnya makanan khas lebaran.

Tercatat, sebanyak 324 pengunjung memadati area Lapas sejak pagi hingga sore hari untuk melepas rindu dengan sanak saudara yang sedang menjalani masa tahanan. 

Walaupun tidak sebanyak kunjungan saat hari raya idul fitri, namun antusias para keluarga Warga Binaan untuk bertemu sanak keluarga yang berada di dalam Lapas sangat terasa.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa layanan kunjungan khusus ini memang disiapkan untuk memenuhi hak psikologis para Warga Binaan. 

Menurutnya, pertemuan dengan keluarga merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial.

“Kami memahami bahwa momen Idul Adha adalah waktu yang sangat sakral untuk keluarga. 

Oleh karena itu, kami memfasilitasi kunjungan khusus ini agar Warga Binaan dapat merasakan kehangatan hari raya. 

Kehadiran keluarga adalah motivasi terbesar bagi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan,” ujar Bahrun.

Baca Juga Berita Ini:  Ciptakan Lingkungan Sehat, Lapas Luwuk Galakkan 'Gerakan 15 Menit Bersih-Bersih Blok Hunian'

Salah seorang Warga Binaan, sebut saja Randi (34), mengaku sangat bersyukur atas kesempatan besukan gratis di hari raya ini.

“Lebaran di dalam Lapas tentu beda rasanya. Tapi hari ini rasa sedih itu hilang waktu melihat istri dan anak-anak datang bawa jalangkote dan buras. Ini obat rindu paling mujarab buat kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Meskipun mengedepankan sisi humanis dan membludaknya jumlah pengunjung yang mencapai ratusan orang, pihak Lapas Luwuk tidak lengah dalam hal pengamanan. 

Setiap pengunjung wajib melewati beberapa tahapan pemeriksaan ketat, mulai dari pemeriksaan identitas hingga penggeledahan barang bawaan guna mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang.

Hingga layanan kunjungan ditutup, pelaksanaan besukan khusus Idul Adha di Lapas Luwuk berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. 

Momen ini menjadi bukti bahwa meski kemerdekaan bergerak para Warga Binaan sedang dibatasi, kasih sayang keluarga tetap mampu menembus dinginnya tembok jeruji besi. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *