Lapas Luwuk : Ubah Masa Pidana Jadi Masa Belajar

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk berkomitmen penuh dalam mengubah paradigma masa pidana menjadi kesempatan berharga bagi Warga Binaan untuk menimba ilmu.

Melalui berbagai program pendidikan informal dan pelatihan keterampilan yang intensif, Lapas Luwuk berupaya memastikan bahwa setiap detik yang dihabiskan di balik jeruji besi menjadi “masa belajar” yang produktif, guna mencetak individu yang lebih berkualitas dan siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang mumpuni, Selasa (5/5)

banner 900x250

Program ini dirancang untuk mengisi kekosongan pendidikan bagi Warga Binaan yang mungkin terputus sekolah atau ingin memperdalam wawasan selama masa menjalani masa pidana. Langkah ini sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan untuk memanusiakan manusia dan mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat.

Pendidikan informal yang dilaksanakan di Lapas Luwuk mencakup berbagai bidang inovatif, salah satunya adalah pembelajaran presentasi mengenai hasil menggambar sketsa perjalanan hidup melalui imajinasi.

Baca Juga Berita Ini:  Tersangka Curanmor Diserahkan Polsek Bualemo ke Kejari Pagimana, IS Terancam Pasal 363 KUHP

Dalam kegiatan ini, Warga Binaan diajak untuk memetakan pengalaman masa lalu, refleksi diri saat ini, hingga harapan masa depan ke dalam sebuah sketsa visual, yang kemudian dipaparkan secara lisan di depan kelompok.

Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Luwuk, Bangun Budi Santoso menjelaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. “Kami ingin memastikan bahwa waktu yang mereka habiskan di sini bermanfaat.

Pendidikan informal ini adalah kunci untuk mengubah pola pikir mereka agar lebih rasional dan memiliki bekal karakter yang positif,” ujarnya.

Selain itu, program ini menitikberatkan pada pembentukan etika dan moral. Warga Binaan diajak untuk aktif dalam forum-forum diskusi kelompok yang melatih kemampuan berkomunikasi dan memecahkan masalah secara bijak.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan karakter yang baik agar Warga Binaan tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Baca Juga Berita Ini:  Sarana Pengamanan Prima, Lapas Luwuk Lakukan Pemeliharaan Borgol Tangan dan Kaki

“Kami tidak ingin mereka hanya terampil secara teknis, tapi juga harus cerdas dalam berpikir dan santun dalam bertindak. Pendidikan informal ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan mereka setelah bebas nanti,” tegas Bahrun.

Program ini mendapat sambutan hangat dari para Warga Binaan. Ruang belajar dan perpustakaan Lapas kini menjadi lebih hidup dengan aktivitas diskusi dan membaca.

Banyak dari mereka merasa terbantu dengan adanya akses informasi dan pendidikan yang selama ini sulit mereka dapatkan sebelum masuk ke dalam Lapas.

Dengan konsistensi menjalankan program pendidikan informal ini, Lapas Luwuk optimis dapat melahirkan lulusan pembinaan yang siap berkontribusi secara nyata dan menjadi warga negara yang patuh hukum serta berdaya guna bagi lingkungan sekitarnya. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *