Lapas Luwuk Sulap Lahan Tidur Jadi Ladang Sayur  Bayam Produktif

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses menyulap lahan tidur di area lingkungan Lapas menjadi ladang sayur bayam yang produktif melalui program pembinaan kemandirian agrobisnis bagi para Warga Binaan pada, Senin (8/6).

Langkah inovatif ini diambil guna mengoptimalkan aset tanah yang sebelumnya telantar, sekaligus sebagai upaya nyata jajaran Lapas Luwuk dalam mendukung program ketahanan pangan nasional secara mandiri dari dalam jeruji besi.

banner 900x250

Kegiatan pemanfaatan lahan ini melibatkan beberapa Warga Binaan yang telah memenuhi syarat asimilasi. Mereka dibekali keterampilan bertani mulai dari proses pengolahan tanah, pemeliharaan, hingga teknik memanen sayur bayam yang baik dan benar dengan pendampingan ketat dari petugas Lapas.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Andi Abdul Muis dalam keterangannya menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sebuah bentuk investasi keterampilan bagi masa depan Warga Binaan.

Baca Juga Berita Ini:  Kalapas Luwuk Terima Kunjungan Yayasan Masyarakat Indonesia Setara, Tabligh Akbar Sambut Ramadhan Segera Digelar

“Kami berkomitmen untuk terus produktif. Lahan yang dulunya semak belukar ini sekarang menjadi ladang hijau yang menghasilkan. Melalui program ini, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan ruang gerak bukan halangan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Andi.

“Keterampilan pertanian hulu ke hilir ini diharapkan menjadi modal berharga bagi Warga Binaan agar memiliki mata pencaharian yang halal dan mandiri ketika nanti sudah bebas dan kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Sayur bayam dipilih karena masa tanamnya yang relatif singkat, yaitu sekitar 25 hingga 30 hari, serta memiliki pangsa pasar yang luas di wilayah Luwuk.

Salah seorang Warga Binaan inisial N mengaku sangat bersyukur dengan adanya program ini.

Baca Juga Berita Ini:  Gerbang Sehat 24 Jam, Bupati Banggai Resmikan UGD Puskesmas Balantak Selatan, Akses Kesehatan Kini Lebih Cepat dan Merata

“Dulu saya tidak tahu sama sekali cara bertani. Di sini kami diajarkan dari nol. Melihat bayam-bayam ini tumbuh subur, ada rasa bangga tersendiri. Ini modal berharga untuk saya membuka usaha sendiri nanti setelah bebas,” ungkapnya optimis.

Jika proses penanaman awal ini berhasil, pihak Lapas Luwuk memproyeksikan hasil panennya nanti akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi internal Warga Binaan, serta dipasarkan ke masyarakat sekitar untuk menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *