Lapas Luwuk Hadirkan Metode DIROSA Untuk Pembinaan Al-Qur’an Warga Binaan

KABAR BANGGAI –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen memberikan pembinaan mental dan spiritual secara berkelanjutan bagi Warga Binaan. Pada Rabu (14/10/2026), Lapas Luwuk menggelar kegiatan Pembinaan Kerohanian Belajar Membaca Al-Qur’an menggunakan metode DIROSA bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Luwuk.

Kegiatan ini menghadirkan pengajar dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banggai, Ustaz Dwi Hudiyono, Lc., dengan didampingi oleh jajaran staf dari Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Luwuk, Syamsu Bahri. Program pelatihan ini dikhususkan bagi Warga Binaan beragama Islam yang belum bisa atau masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an.

banner 900x250

Pelaksanaan pembinaan kerohanian ini diikuti dengan antusias oleh sebanyak 72 orang Warga Binaan. Para peserta merupakan perwakilan dari Blok 5, 6, 7, dan 8, serta ditambah partisipasi Warga Binaan dari Blok Perawatan, Blok (BT), dan Blok Lansia (BK).

Metode DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) dipilih karena pendekatannya yang praktis, sistematis, dan dirancang khusus agar mudah dipahami oleh orang dewasa yang ingin belajar mengaji dari tingkat dasar.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Gelar Yasinan: Pererat Silaturahmi dan Perkuat Iman Warga Binaan

Ustaz Dwi Hudiyono, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas semangat para peserta selama mengikuti proses bimbingan.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Metode DIROSA ini hadir untuk mempermudah saudara-saudara kita di sini agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Harapan kami, pembelajaran ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar diresapi sebagai bekal ilmu yang sangat bermanfaat, terutama sebagai bekal spiritual di akhirat kelak serta panduan hidup ketika kelak kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Ustaz Dwi Hudiyono.

Sementara itu, Syamsu Bahri, yang mendampingi langsung jalannya kegiatan, menegaskan komitmen pihak Lapas dalam mendukung pembinaan karakter dan kerohanian seluruh Warga Binaan.

“Kami mengapresiasi semangat dan antusiasme dari 72 Warga Binaan yang hadir hari ini, mulai dari blok hunian umum hingga blok lansia dan perawatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak pembinaan kerohanian. Kami berharap program belajar mengaji ini dapat membentuk karakter yang lebih religius, berakhlak mulia, serta menjadi modal positif bagi Warga Binaan sebagai bekal setelah bebas nanti,” ungkap Syamsu Bahri.

Baca Juga Berita Ini:  Dukung Kualitas Pembinaan, Lapas Luwuk Gandeng Donggi Senoro LNG

Suasana pembinaan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan. Menutup kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, turut memberikan apresiasi dan menegaskan pentingnya program pembinaan kerohanian ini.

“Pembinaan kerohanian melalui metode DIROSA ini merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan.

Kami ingin memastikan bahwa masa pidana di Lapas Luwuk bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk memperbaiki diri.

Semoga ilmu Al-Qur’an yang dipelajari hari ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat, baik untuk ketenangan jiwa di dunia, bekal di akhirat, maupun sebagai modal kehidupan yang lebih baik saat mereka telah kembali ke masyarakat nanti,” tegas Bahrun. ( Rilis Lapas Luwuk) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *