KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berupaya memperluas ruang pembinaan berkelanjutan bagi para Warga Binaan. Bertempat di Ruang Belajar Lapas Kelas IIB Luwuk, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Non-Formal yang bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bait Syafakillah Banggai, pada Sabtu (31/10).
Kegiatan pembelajaran ini menghadirkan tenaga pengajar profesional dari PKBM Bait Syafakillah Banggai, yaitu Yulianti Lamaka, S.Si., M.M., dan Mariyani Lamada, S.H., M.M. Sebanyak 13 (tiga belas) orang Warga Binaan yang terdaftar resmi sebagai peserta didik PKBM Bait Syafakillah Banggai antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Dalam proses pembelajaran tersebut, peserta pembinaan menerima berbagai materi pokok, mulai dari Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), hingga Pendidikan Agama.
Program ini dirancang sebagai langkah strategis dalam menguatkan pembinaan intelektual dan kepribadian, sekaligus memastikan hak pendidikan Warga Binaan tetap terpenuhi selama masa pidana.
Selain itu, pelaksanaan program pendidikan kesetaraan ini menjadi wujud nyata dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin pembinaan mengenai “Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan”.

Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Luwuk, Bangun Budi Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur.
“Kami memastikan seluruh proses administrasi serta pelaksanaan pembelajaran berjalan optimal dan sesuai regulasi. Sebanyak 13 Warga Binaan yang terdaftar mengikuti program ini dengan tekun.
Ini merupakan bagian dari pemenuhan hak mereka sekaligus pelaksanaan akselerasi program kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang pembinaan intelektual,” ungkap Budi.
Dari pihak pengajar, Yulianti Lamaka, S.Si., M.M., mengapresiasi semangat belajar yang ditunjukkan oleh para peserta di balik jeruji besi.
“Kami sangat tersentuh melihat antusiasme para Warga Binaan. Walaupun dengan keterbatasan tempat dan ruang gerak, semangat mereka untuk menyerap ilmu Matematika, IPA, PKN, hingga Agama sangat luar biasa.
Kami berharap ilmu yang diberikan dapat membuka cakrawala baru dan memberi semangat perubahan diri yang lebih baik,” tutur Yulianti.
Disisi lain, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menekankan pentingnya sinergi ini dalam membekali Warga Binaan sebelum nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk saudara-saudara kita yang berada di dalam Lapas. Melalui kolaborasi bersama PKBM Bait Syafakillah, kami ingin memastikan Warga Binaan tidak kehilangan masa depan.
Pembinaan intelektual ini diharapkan menjadi modal berharga agar mereka siap dan percaya diri saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Bahrun.
Melalui program pendidikan kesetaraan ini, Lapas Kelas IIB Luwuk menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi Pemasyarakatan, tetapi juga hadir sebagai wadah pemberdayaan dan pembaharuan hidup bagi seluruh Warga Binaan. ( Rilis Lapas Luwuk ) **












