Menembus Tembok Batas, Warga Binaan Lapas Luwuk Perkuat Jiwa Lewat Nilai Dharma

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen memberikan pelayanan pembinaan kerohanian secara inklusif bagi seluruh Warga Binaan. Melalui bimbingan mental spiritual keagamaan Hindu, para Warga Binaan dibekali ajaran nilai-nilai Dharma sebagai landasan moral untuk menata masa depan yang lebih baik, Sabtu (24/10).

Kegiatan pembinaan yang berlangsung khidmat di Pura Maitri Santhi Lapas Luwuk ini berfokus pada pendalaman ajaran etika (Susila), pemahaman kitab suci, serta pembentukan karakter.

banner 900x250

Pendekatan humanis dan holistik yang diterapkan bertujuan agar Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami transformasi kepribadian yang bermakna.

Staf Pembinaan Lapas Kelas IIB Luwuk, I Gede Andika, menjelaskan bahwa materi bimbingan disusun secara berkala untuk memperkuat pemahaman spiritual para Warga Binaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berupaya menghadirkan ruang ibadah dan pembelajaran agama yang kondusif agar Warga Binaan beragama Hindu dapat mendalami ajaran Dharma secara optimal.

Baca Juga Berita Ini:  Kuliner Khas Luwuk Lahir dari Lapas: Warga Binaan Berhasil Mengubah Makanan Jadi Peluang

Harapan kami, ajaran kebaikan dan kedamaian ini dapat diresapi serta diimplementasikan dalam sikap dan tutur kata sehari-hari, baik di dalam Lapas maupun saat bebas nanti,” kata I Gede Andika.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain aktif mengikuti sesi pembinaan, para Warga Binaan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait perjalanan hidup serta harapan mereka setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah seorang Warga Binaan N yang mengikuti kegiatan mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui pembinaan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya menambah pemahaman keagamaan, tetapi juga membangkitkan semangat untuk memperbaiki diri.

“Kami merasa diperhatikan dan mendapatkan semangat baru melalui pembinaan ini. Materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk memperkuat keyakinan dan menjadi bekal bagi kami untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa pemenuhan hak beribadah dan pembinaan kerohanian merupakan fondasi utama dalam proses Pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi kunci penting agar Warga Binaan memiliki benteng moral yang kuat ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga Berita Ini:  "Usir Stres, Ratusan Warga Binaan Lapas Luwuk Gelar Senam Sehat"

“Setiap Warga Binaan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan spiritual sesuai dengan keyakinannya. Melalui penguatan nilai-nilai Dharma ini, kami berharap para Warga Binaan beragama Hindu dapat merenungi perjalanan hidup, memperbaiki diri, serta menanamkan niat tulus untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan berguna di masa depan,” ujar Bahrun.

Dengan hadirnya bimbingan kerohanian yang berkelanjutan ini, tembok pembatas tidak lagi menjadi penghalang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Lapas Kelas IIB Luwuk membuktikan bahwa proses pembinaan humanis mampu menjadi ruang pemulihan jiwa dan pencerahan moral bagi seluruh Warga Binaan tanpa terkecuali.( Rilis Lapas Luwuk ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *