Lahan Sempit Bukan Halangan, Warga Binaan Lapas Luwuk Panen 20 Kg Pakcoy

KABAR BANGGAI  –  Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk untuk tetap produktif.

Melalui program pembinaan kemandirian bidang pertanian, salah seorang Warga Binaan bernama Nengah berhasil memanen sebanyak 20 kilogram sayur pakcoy segar di area perkebunan Lapas Luwuk pada Sabtu (8/8).

banner 900x250

Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata efektivitas optimalisasi lahan terbatas di lingkungan Lapas. Dengan memanfaatkan sudut lahan minim yang dikelola secara cermat, budidaya tanaman hortikultura tersebut mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi dan bebas hama.

Kepala Subseksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Heru Cahyono, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberikan wadah dan pendampingan bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan produktif yang bermanfaat.

“Kami memanfaatkan setiap sudut lahan yang ada di lingkungan lapas agar dapat berdaya guna. Panen pakcoy sebanyak 20 kg ini merupakan hasil dari ketekunan Warga Binaan yang dibimbing secara rutin. Keterampilan ini kami harapkan menjadi bekal berharga bagi mereka saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Heru Cahyono.

Baca Juga Berita Ini:  Simulasi Akreditasi Klinik Lapas Luwuk: Komitmen Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Warga Binaan

Nengah, Warga Binaan yang telaten merawat tanaman tersebut sejak masa semai hingga panen, mengaku bangga dengan hasil yang didapat. Menurutnya, proses pembinaan pertanian di Lapas Luwuk tidak hanya memberikan kesibukan positif, tetapi juga membekalinya dengan keterampilan praktis yang bernilai ekonomis.

“Meskipun lahannya terbatas, kalau dikelola dengan rutin dan teknik yang tepat, hasilnya bisa maksimal. Hari ini kita bisa petik 20 kg pakcoy segar,” ujar Nengah di sela-sela kegiatan panen.

Hasil panen pakcoy sebanyak 20 kg tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur Lapas guna mendukung kecukupan gizi Warga Binaan lainnya, serta sebagian dijual kepara pengunjung keluarga Warga Binaan.

Baca Juga Berita Ini:  Kalapas Luwuk Resmi Berganti, Kakanwil Sulteng Tegaskan Komitmen Pembinaan Humanis di Lapas

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan apresiasinya atas ketekunan dan kerja keras Warga Binaan dalam memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada.

Program pembinaan kemandirian seperti ini akan terus didorong dan dikembangkan agar Warga Binaan memiliki bekal keterampilan berkebun yang berguna saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.

Melalui kegiatan pembinaan pertanian ini, Lapas Luwuk berkomitmen untuk terus mewujudkan lingkungan hunian yang produktif, hijau, dan berdaya guna meski berdiri di atas lahan yang terbatas. (Ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *