KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di lapangan blok hunian Lapas Luwuk pada Senin (17/8). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai serta puluhan Warga Binaan dengan khidmat.
Pelaksanaan upacara yang melibatkan seluruh Warga Binaan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, memperkuat rasa nasionalisme, serta mengukuhkan kembali rasa cinta tanah air.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan karakter agar para Warga Binaan menyadari peran penting mereka sebagai bagian dari warga negara yang siap berkontribusi positif setelah bebas kelak.
Bertindak sebagai pemimpin upacara, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Luwuk, Andi Abdul Muis, memimpin jalannya pengibaran bendera Merah Putih hingga selesai.
Seusai pelaksanaan upacara, Andi Abdul Muis selaku pemimpin upacara mengapresiasi kedisiplinan dan kekhidmatan seluruh peserta selama pengibaran bendera berlangsung.

“Seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan aman. Kedisiplinan yang ditunjukkan para Warga Binaan hari ini membuktikan bahwa semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air tetap membara di dalam diri mereka,” kata Andi.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa peringatan hari kemerdekaan di dalam lapas merupakan momentum penting untuk memperkuat rasa nasionalisme dan memberikan harapan baru bagi para Warga Binaan.
“Semangat kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali bagi saudara-saudara kita yang sedang menjalani masa pidana. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan bahwa proses pembinaan di sini adalah modal untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Bahrun.
Rasa haru dan bangga juga dirasakan oleh para Warga Binaan A yang terlibat langsung dalam momentum bersejarah ini. Salah satu perwakilan WBP mengaku bersyukur tetap diberikan kesempatan untuk memperingati hari kemerdekaan.
“Ikut upacara ini membuat kami merasa tetap diakui sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Ini menjadi perenungan besar bagi kami untuk terus membenahi diri dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif selama berada di dalam lapas,” ungkap Warga Binaan tersebut.
Upacara diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa, dilanjutkan dengan pembubaran barisan upacara secara tertib dan kondusif. ( Rilis Lapas Luwuk ) **









