Kapitalisme Gagal Lindungi Gizi Rakyat, Sistem Islam Hadir Sebagai Solusi

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW  bahwa:
Setiap dari kalian adalah pemimpin dan tiap tiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban. (HR Imam Bukhari)

Oleh karena itu, pemimpin dalam Islam akan bertanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat termasuk gizi masyarakat bukan memberikan kepengurusan rakyat kepada swasta.

banner 900x250

Tata cara Islam Menjamin Gizi Masyarakat

Islam memiliki sistem ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Negara dalam Islam bertanggung jawab penuh atas keamanan pangan dan gizi masyarakat, bukan diserahkan kepada mekanisme pasar atau korporasi.

Negara memiliki kewajiban memenuhi segala kebutuhan pokok masyarakat berupa pangan, sandang, papan, pendidikan dan keamanan. 

Negara dalam Islam akan memperhatikan setiap jengkal kebijakan agar hak dan kebutuhan masyarakat benar-benar terjamin.

Di antara kebijakan tersebut ialah:
Pertama, menjamin dan memenuhi enam kebutuhan dasar setiap individu rakyat, yaitu sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

Pada aspek sandang, pangan, dan papan, negara harus memberikan kemudahan bagi rakyat dalam mengaksesnya, seperti harga tanah, rumah, dan pangan yang murah.

Pada aspek kesehatan, pendidikan, dan keamanan, negara memberikan jaminan tersebut secara gratis tanpa dipungut biaya.

Negara wajib menyediakan fasilitas dan sarana yang memadai agar layanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan bisa berjalan dengan baik.

Dalam Islam, setiap individu rakyat berhak mendapatkan makanan bergizi, bukan hanya untuk orang miskin.

Baca Juga Berita Ini:  Ketika Perhatian Dunia Tersedot oleh Sebuah Bola, Jangan Lupakan Palestina

Negara bertanggung jawab penuh dalam mempermudah rakyat mendapatkan akses makanan bergizi, seperti harga pangan terjangkau dan distribusi pangan yang merata ke seluruh wilayah sehingga tidak terjadi kelangkaan pangan di salah satu wilayah.
Pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah yaitu ketika aturan Islam diterapkan oleh negera, layanan makan bergizi gratis pernah diterapkan dalam bentuk pendirian imaret (dapur umum) berbasis wakaf yang telah dibangun sejak abad ke-14 sampai abad ke-19.

Imaret pertama kali didirikan di Iznik Mekece oleh Sultan Orhan. Seluruh Imaret yang didirikan diminta untuk menyiapkan makanan untuk didistribusikan secara gratis kepada masyarakat dari berbagai latar belakang, seperti pengurus masjid, guru, murid, sufi, pelancong, dan penduduk lokal yang membutuhkan.

Kedua, mengalokasikan anggaran negara untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Di dalam baitulmal, terdapat bagian-bagian yang sesuai dengan jenis hartanya.

Pertama, bagian fai dan kharaj yang meliputi ganimah, anfal, fai, khumus, kharaj, status tanah, jizyah, dan dharibah (pajak).

Kedua, kepemilikan umum meliputi minyak, gas bumi, listrik, pertambangan, laut, sungai, perairan, mata air, hutan, serta aset-aset yang diproteksi negara untuk keperluan khusus, semisal sarana publik seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, dll.

Ketiga, sedekah (zakat) yang disusun berdasarkan jenis harta zakat, yaitu zakat uang dan perdagangan; zakat pertanian dan buah-buahan; serta zakat ternak unta, sapi, dan kambing.

Baca Juga Berita Ini:  Perencanaan Program PK 5 M pada RPJMD Banggai, Salah Kamar?

Hal juga menunjukkan bahwa sistem ekonomi Islam memiliki banyak sumber pendapatan, sehingga negara tidak perlu banyak memberikan ruang kepada swasta.

Ketiga, negara menyediakan lapangan kerja yang luas melalui pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan sektor produktif.

Negara membangun industri alat berat yang berpotensi merekrut banyak pekerja. Negara akan memberikan bantuan modal, insentif, dan keterampilan kerja bagi para penanggung nafkah agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sistem Ekonomi Islam ini sudah pernah diterapkan sekitar 13 abad lamanya, sejak zaman Rasulullah sampai negara Islam terakhir di Turki.
Dengan kebijakan dan mekanisme Islam tersebut, seluruh rakyat dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan baik.

Pemenuhan gizi setiap anak dapat terjamin karena negara berperan besar dalam menciptakan suasana dan kondisi ekonomi yang berkeadilan.

Sesunguhnya hanya Islam agama sempurna yang memiliki syariat lengkap yang mampu menyelesaikan segala masalah manusia.

Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk lebih mendalami Islam agar mengetahui bagaimana Islam menyelesaikan segala masalah manusia, dan penting juga kesadaran seluruh umat Islam untuk menerapkan Islam secara menyeluruh baik di kehidupan pribadi, masyarakat maupun negara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *