Horor di Balik Proyek Ambisius, Misteri Menyeramkan di Lokasi Renovasi Gedung Genas Luwuk

KABAR BANGGAI  –  Di tengah hiruk pikuk proyek pembangunan yang ambisius, sebuah kisah horor merayap pelan, menyelubungi lokasi yang sejatinya akan menjadi Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Banggai.

Bukan cerita tentang korupsi atau keterlambatan proyek, melainkan kengerian yang nyata yang dialami oleh para pekerja bangunan saat mereka membongkar puing-puing bekas Gedung Genas di Jalan Sam Ratulangi, Luwuk. Minggu 14 September 2025.

banner 900x250 banner 900x250

Kisah ini berawal dari niat baik untuk mengganti bangunan tua yang mangkrak menjadi infrastruktur baru yang modern.

Namun, para pekerja yang ditugaskan di sana segera menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Gedung Genas, yang telah lama kosong dan terbengkalai, menyimpan rahasia kelam dan penghuni tak kasat mata yang terusik oleh kedatangan manusia.

Menurut kesaksian Mas Ali dan Mas Adi, dua pekerja asal Toili, gangguan itu dimulai sejak hari pertama pembongkaran. “Sejak gedung itu dibongkar, kami sering dengar suara-suara aneh,” tutur Mas Ali kepada awak media.

Baca Juga Berita Ini:  Kecelakaan Mengerikan! Truk Tronton Hantam Rumah, Toko, dan Motor di Luwuk!

Awalnya, mereka menganggapnya sebagai hal biasa, suara-suara angin atau reruntuhan material. Namun, kejadian itu berulang selama tiga malam berturut-turut, tepat pada dini hari antara pukul 02.00 hingga 03.00 WITA.

“Ada suara perempuan, suaranya enggak jelas, tapi kami dengar terus,” lanjut Mas Ali. Para pekerja mencoba mengabaikannya, tetapi keesokan harinya, gangguan itu meningkat.

Sebuah kotak nasi yang baru saja mereka gunakan untuk makan malam tiba-tiba berjalan dan berpindah tempat dengan sendirinya. “Kami bingung. Enggak ada angin, enggak ada siapa-siapa,” kata Mas Adi.

Kengerian itu mencapai puncaknya ketika Mas Adi, yang mencoba tidur, merasakan tubuhnya tertindih oleh sesuatu yang berat. Dalam kondisi setengah sadar, ia melihat sesosok pria bertubuh besar dengan sarung, namun anehnya, sosok itu tidak memiliki kepala. “Saya lihat jelas sekali, dia enggak punya kepala,” ujar Mas Adi, suaranya bergetar.

Baca Juga Berita Ini:  Evaluasi Bukan Solusi: DPRD Harus Rekomendasikan Moratorium Pajak 10 Persen

Meskipun menghadapi pengalaman mengerikan, para pekerja mengaku tidak takut. Mereka percaya bahwa gangguan ini adalah hal yang wajar karena mereka mengusik tempat yang sudah lama ditinggali oleh makhluk halus.

“Kami cuma niatnya kerja, cari rezeki buat keluarga. Jadi kami Bismillah saja,” kata salah satu pekerja, mencerminkan keteguhan hati mereka di tengah teror yang tak kasat mata.

Hingga saat ini, para pekerja terus melanjutkan tugas mereka di lokasi pembangunan, berharap tidak ada lagi kejadian aneh yang terjadi. Mereka hanya bisa berdoa agar proyek ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan dari “penghuni” lama Gedung Genas.

Cerita ini menjadi pengingat yang mengerikan bahwa di balik setiap pembangunan baru, terkadang ada kisah-kisah lama yang menanti untuk diceritakan, kisah-kisah yang mungkin sebaiknya tetap menjadi misteri yang terkunci dalam kegelapan.( MAM) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *