KABAR BANGGAI – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Rabu (11/6/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Dua pengendara sepeda motor terlibat tabrakan hebat setelah berupaya menghindari polisi tidur (speed bump) di jalan tersebut.
Peristiwa nahas itu melibatkan dua pengendara perempuan. Mereka adalah NA (23), warga Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, dan TA (26), warga Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili. Akibat insiden tersebut, kedua korban mengalami luka-luka, bahkan salah satunya mengalami patah tulang.
Kapolsek Batui, IPTU Rudi Dg. Sumbung menjelaskan, kecelakaan bermula ketika NA mengendarai sepeda motor Yamaha Mio 125 dengan nomor polisi DN 3504 RJ, bergerak dari arah Batui menuju Kota Luwuk. Saat melintas di lokasi kejadian, NA berusaha menghindari polisi tidur yang ada di tengah jalan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul TA yang mengendarai sepeda motor Yamaha Scoopy DN 5639 RR. TA juga mencoba menghindari polisi tidur tersebut. Karena keduanya tidak dapat mengendalikan kendaraan dengan baik, tabrakan pun tak terelakkan.
“Benturan terjadi tepat di tengah badan jalan. Akibatnya, kedua pengendara terjatuh dan mengalami luka-luka,” ungkap IPTU Rudi.
NA mengalami luka cukup serius berupa patah tulang pada lengan kanan. Ia langsung dirujuk ke RSUD Luwuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara TA mengalami luka robek di bagian telapak kaki dan lecet di siku kanan.
Petugas Polsek Batui yang menerima laporan kejadian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan tersebut juga telah diamankan sebagai barang bukti di Mapolsek Batui.
“Saat ini kasus kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dan siapa yang paling bertanggung jawab,” pungkas Kapolsek Batui.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalan yang memiliki polisi tidur agar kejadian serupa tidak terulang.**







