“Dukung 15 Program Aksi, Lapas Luwuk Kembangkan Agrowisata Anggur & Melon”

KABAR BANGGAI  –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berinovasi dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan. Pada Kamis (23/04), Warga Binaan tampak aktif melaksanakan kegiatan budidaya tanaman anggur dan melon di area kebun mini yang terletak di depan aula Lapas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program ketahanan pangan, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan estetika lingkungan Lapas agar terlihat lebih asri, tertata, dan nyaman dipandang oleh setiap pengunjung yang datang.

banner 900x250 banner 900x250

Budidaya anggur dengan sistem rambatan serta melon dalam media tanam sederhana ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi Warga Binaan.

Mereka dilibatkan mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pemeliharaan tanaman, sehingga mampu menumbuhkan keterampilan bercocok tanam yang bernilai ekonomis. Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif.

Selain sebagai bentuk pembinaan, aktivitas ini juga bertujuan membangun pola pikir positif, rasa tanggung jawab, serta kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keahlian yang bermanfaat.

Baca Juga Berita Ini:  Membangun Karakter Warga Binaan, Lapas Luwuk Gelar Pelatihan Moralitas Bertema "Who Am I"

Dari sisi tampilan, keberadaan kebun anggur dan melon di area depan aula memberikan nuansa hijau yang segar dan menenangkan.

Hal ini secara tidak langsung mengubah persepsi masyarakat terhadap Lapas, dari yang sebelumnya terkesan kaku menjadi lebih humanis dan terbuka. Salah satu pengunjung yang melintas mengungkapkan kesannya, “Saya cukup kaget melihat depan Lapas sekarang ada kebun anggur dan melon.

Terlihat rapi dan indah, suasananya jadi lebih nyaman. Ini menunjukkan kalau pembinaan di dalam benar-benar berjalan,” ujarnya.

Pengunjung lain juga menilai kegiatan tersebut memberikan kesan positif. “Bagus sekali, ini bukan hanya mempercantik lingkungan, tapi juga memberi kegiatan yang bermanfaat bagi warga binaan. Jadi Lapas terlihat lebih hidup,” tuturnya.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Luwuk, Irpan Anwar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

“Budidaya anggur dan melon ini bukan sekadar kegiatan berkebun, tetapi bagian dari upaya kami membentuk warga binaan yang produktif dan mandiri.

Baca Juga Berita Ini:  Dukung Kualitas Pembinaan, Lapas Luwuk Gandeng Donggi Senoro LNG

Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. Di sisi lain, ini juga memperindah lingkungan Lapas agar lebih nyaman dan representatif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Lapas Luwuk.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan sejalan dengan program pembinaan berbasis kemandirian serta ketahanan pangan.

Lapas Luwuk telah menunjukkan bahwa pembinaan bisa dilakukan secara kreatif, produktif, dan berdampak langsung, baik bagi Warga Binaan maupun citra institusi di mata masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program ini, Lapas Luwuk terus menunjukkan transformasi pemasyarakatan yang lebih humanis, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi, sehingga mampu memperkuat citra positif institusi sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan tujuan besar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Red Humas Lapas Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *