KABAR BANGGAI – Desa Babang Buyangge mulai merealisasikan pembangunan bronjong dengan anggaran Dana Desa (DD) tahap I tahun 2025.
Pekerjaan ini memiliki volume sepanjang 78 meter dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp100 juta. Minggu 11 Mei 2025.
Pembangunan bronjong ini menjadi langkah strategis pemerintah desa untuk mengantisipasi dampak banjir yang kerap menghantui masyarakat setiap musim penghujan tiba.
Menurut Kepala Desa Babang Buyangge, Yudi Suganda Daaman, program ini merupakan bentuk tanggung jawab dan perhatian pemerintah desa terhadap keselamatan warganya.
“Pembangunan apa pun di desa ini tidak akan berarti jika setiap tahunnya masyarakat kami terus dihantui rasa takut akan banjir,” ujar Yudi.
Bronjong dibangun di titik-titik rawan longsor dan luapan air yang selama ini menjadi biang kerok banjir tahunan di desa.
Dengan struktur yang kokoh dan penempatan yang tepat, diharapkan bronjong ini mampu menahan derasnya aliran air dan mengurangi potensi kerusakan akibat banjir.
Yudi menambahkan bahwa orientasi pembangunan ini tidak hanya untuk kepentingan jangka pendek, tetapi juga demi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia berharap program ini bisa terus dilanjutkan di tahap-tahap berikutnya, sehingga perlindungan terhadap lingkungan dan warga desa semakin maksimal.
“Kami ingin Desa Babang Buyangge menjadi contoh bagaimana pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
Bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga memberikan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
Dengan adanya proyek bronjong ini, masyarakat desa kini memiliki harapan baru menghadapi musim hujan tanpa rasa was-was.
Pembangunan yang mengedepankan keselamatan ini menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa dimanfaatkan secara tepat sasaran dan berdampak langsung pada kehidupan warga.***







