KABAR BANGGAI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banggai menggelar kegiatan coffee morning bersama insan pers di Kota Luwuk, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bawaslu Banggai ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan media.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Banggai, Ridwan, SH, dan turut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banggai, Abdul Saleh, bersama sejumlah wartawan dari berbagai media.

Kegiatan coffee morning diawali dengan pemaparan dari Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Parmas dan Humas) Bawaslu Banggai, Arkamulhak Dayanun yang bertindak sebagai moderator.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran media dalam mendukung perkembangan demokrasi di daerah.
Menurutnya, kehadiran insan pers bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di Kabupaten Banggai.
Media dinilai memiliki kontribusi nyata dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, serta membangun kesadaran publik terhadap proses kepemiluan.
Ketua Bawaslu Banggai, Ridwan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para wartawan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia juga memberikan penghargaan kepada jajaran staf Bawaslu yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik sehingga dapat berjalan lancar.
Ridwan menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara Bawaslu dan media melalui organisasi PWI Banggai, sekaligus membuka ruang diskusi terkait berbagai persoalan demokrasi dan kepemiluan.
Ia berharap, ke depan akan terbangun kerja sama yang semakin solid dalam hal akses informasi dan publikasi kegiatan kepemiluan.
Sementara itu, Ketua PWI Banggai, Abdul Saleh, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam memberikan gambaran serta edukasi kepada masyarakat terkait isu-isu demokrasi.
Ia menyebut jangkauan media yang luas mampu menjangkau ribuan pembaca hanya melalui satu berita.
Abdul Saleh juga mengusulkan agar pertemuan seperti ini dapat dilakukan secara rutin, minimal setiap dua bulan, guna membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan demokrasi dan kepemiluan.
Selain itu, ia turut menyinggung perkembangan media digital yang semakin pesat, termasuk kehadiran podcast yang kini mulai diminati masyarakat.
Menurutnya, PWI Banggai telah mengembangkan platform podcast sebagai sarana edukasi publik dan membuka peluang bagi berbagai pihak, termasuk Bawaslu, untuk menjadi narasumber.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Bawaslu Banggai dan media.
Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong terciptanya penyelenggaraan pemilu yang transparan, berkualitas, serta semakin dipercaya oleh masyarakat.(Mam)**












